in

Bantu Penerangan Jalan Warga Bantar Banjarnegara, PT Bamas Mulia Fieldfarindo Serahkan CSR

Penyaluran bantuan CSR dari PT Bamas Mulia Fieldfarindo berupa lampu yang memanfaatkan potensi gas rawa di Desa Bantar Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara.

HALO BANJARNEGARA – Untuk membantu penerangan jalan bagi warga Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, PT Bamas Mulia Fieldfarindo menyalurkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) berupa lampu yang memanfaatkan potensi gas rawa di desa.

‎Bantuan SCR diterima Kepala Desa (Kades) Bantar Eko Purwanto di aula kantor desa setempat beberapa waktu lalu, bersamaan dengan kegiatan sosialisasi pilot projek penerangan jalan desa dengan optimalisasi pemanfaatan gas rawa oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Serayu Tengah.

‎Kades Bantar menyampaikan terima kasih kepada pihak PT Bamas Mulia Fieldfarindo atas penyaluran CSR untuk penerangan jalan di desanya.

‎ “Desa kami berada di pegunungan tapi Alhamdulillah ada sumber gas alami atau disebut gas rawa. Yang semula dipakai untuk memasak warga, kini sedang dikembangkan sebagai bahan bakar mesin pembangkit listrik untuk penerangan jalan,” ungkap Eko.

‎Sementara Direktur PT Bamas Mulia Fieldfarindo, Warham Syafaa berharap, bantuan CSR tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Bantar, khususnya untuk pengembangan lampu penerangan jalan desa dengan memanfaatkan potensi gas rawa yang ada di desa.

‎Sementara itu Kepala Cabang Dinas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Serayu Tengah, Yohanes Pambudi Hadi menyampaikan, pihaknya tengah melakukan sosialisasi penggunaan gas rawa yang ada di Desa Bantar untuk bahan bakar alternatif pengganti BBM pada generator listrik bersama Dr Handoko Teguh Wibowo ST MT selaku Komite Shipting Energi dan EBTKE PP Ikatan Ahli Geologi Indonesia.

‎Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman gas rawa sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat di masa – masa yang akan datang.

‎”Untuk pengembangan ini, kami memang membutuhkan bantuan pihak lain yang peduli terhadap kepentingan umum masyarakat, diantara PT Bamas Mulia Fieldfarindo,” ungkap Pambudi.

‎Dirinya menjelaskan potensi gas rawa yang ada di Bantar tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan memasak, tetapi juga dapat sebagai alternatif pengganti BBM pada generator listrik seperti yang dikembangkan oleh Dr Handoko Teguh Wibowo ST MT. Bahkan, bisa dikembangkan sebagai pengering kapulaga dan kopi.

“Gas rawa yang ada di Desa Bantar ini besar sekali manfaatnya. Sekarang di Bantar sudah ada satu mesin dengan kapasitas 5000 Watt, dan saat ini sudah terpasang 10 titik lampu penerang jalan,” jelas Pambudi.

‎Terpisah Dr Handoko Teguh Wibowo ST MT menjelaskan, gas rawa di Desa Bantar sudah muncul sejak 50 tahun yang silam.

“Sebenarnya potensi gas rawa di Banjarnegara ada di sejumlah tempat seperti Bantar (Wanayasa), Kalibening dan Pejawaran,” jelasnya.

‎Dr Handoko menyebut, ke depan, gas rawa di Bantar tidak hanya dimanfaatkan untuk alternatif pengganti BBM pada generator listrik saja tetapi bisa digunakan yang lain untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian warga setempat. (HS-06)

Musim Hujan Tiba, Bupati Sragen Pastikan Proyek Jalan di Jenar Berjalan Lancar

Disdukcapil Wonogiri Punya Program “Anak Lantip”, Bayi Lahir Langsung Dapat Identitas Kependudukan