HALO SEMARANG – Banjir yang terjadi di Perumahan Jatisari Asri RT 04, 05, 06, dan 10 RW 06, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang menyebabkan ratusan warga di perumahan setempat terdampak. Sebab, ketinggian air sampai sedengkul orang dewasa, merendam jalan perumahan dan ada yang sampai masuk ke rumah warga. Banjir ini, imbas dari hujan deras Sejak Sabtu (6/1/2024) pukul 14.00 WIB di wilayah Jatisari Semarang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, hujan dengan intensitas cukup deras pada Sabtu (6/1/2024) menyebabkan banjir di Perum Jatisari Mijen. Adapun warga terdampak sebanyak 20 keluarga, dengan total warga ada 105 jiwa.
“Kami sudah cek kondisi banjir ke lokasi dan genangan banjir mulai surut selama 20 menit, dan sekitar pukul 17.42 WIB kondisi air sudah kering,” katanya, Minggu (7/1/2024).
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir ini. Kami pun telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PU kota Semarang untuk malaksanakan penanganan,” sambungnya.
Dari informasi pihak DPU Kota Semarang, lanjut Endro, banjir di Perumahan Jatisari diakibatkan adanya penyempitan saluran di bagian hilir. Sehingga tidak mampu menahan debit air yang cukup besar, kemudian berdampak pada banjir.
“Informasi dari DPU, saluran tersebut sudah dicek lapangan dengan pemangku wilayah dan bidang Rekayasa Teknis (Rektek) DPU. Kemudian dibuatkan perencanaan oleh bidang Rektek juga. Hari Selasa pekan lalu sudah diadakan rapat bersama pengembang, kelurahan dan kecamatan, di mana rapat itu untuk meminta partisipasi BSB untuk memperlebar salurannya. Dan sinyal positif diberikan oleh BSB nantinya untuk memperlebar saluran tersebut,” papar Endro.
Pihaknya juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan ini, apalagi sering terjadi hujan ekstrem disertai angin kencang yang kemungkinan masih akan terus terjadi. “Kalau ada tanda-tanda potensi bencana warga bisa melaporkan ke RT/RW setempat lalu diteruskan ke pihak kelurahan untuk dilaporkan ke instansi terkait termasuk BPBD Kota Semarang,” katanya.
Salah satu warga Perumahan Jatisari, Ambar mengatakan, air menggenang wilayah RW 06 sampai setinggi sepinggang orang dewasa usai hujan deras mengguyur Semarang sejak Sabtu (6/1/2024) pukul 14.00 sampai pukul 16.00 WIB. Menurutnya, banjir kali ini adalah kejadian yang kelima, dan yang paling parah dari keempat kejadian banjir sebelumnya.
“Banjir ini paling parah, bahkan dari kejadian banjir sebelumnya, di awal tahun 2024 ini. Selain merendam jalan perumahan, air sempat masuk ke beberapa rumah warga dengan membawa lumpur. Bahkan, ada sejumlah kursi warga yang tengah menggelar acara hajatan juga ikut hanyut terbawa oleh arus banjir,” ujarnya.(HS)