in

Banjir Demak Berangsur Surut, Pengungsi Mulai Pulang

Lahan persawahan di Kecamatan Karanganyar yang sebelumnya tergenang air hingga ketinggian 150 cm, mulai tampak kembali pasca surutnya banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak pada awal bulan Februari 2024 lalu. (Foto : bnpb.go.id)

 

HALO DEMAK – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Demak dalam beberapa hari ini, sudah berangsur surut, walaupun masih ada wilayah yang tergenang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui bnpb.go.id menyebutkan, ketinggian genangan di sejumlah wilayah di Kecamatan Karanganyar, yang semula paling parah, Sabtu (17/2/2024) lalu tinggal 10 sentimeter sampai 30 sentimeter.

Surutnya genangan air di wilayah Kecamatan Karanganyar ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Selain kondisi cuaca, keberhasilan tim gabungan dalam menutup tanggul Sungai Wulan yang jebol ditengarai menjadi bagian dari faktor tersebut, termasuk upaya penyedotan air yang dioptimalkan hingga, Sabtu (17/2).

Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, per Sabtu (17/2/2024) pukul 19.00 WIB, tercatat masih ada 25 desa di tiga kecamatan yang masih terdampak banjir.

Di Kecamatan Karanganyar, Gajah, dan Mijen. Jika dibandingkan dengan data awal, maka cakupan wilayah kecamatan yang terdampak juga menurun dari delapan menjadi tiga.

Warga yang mengungsi ada sebanyak 24.359 jiwa dan tersebar di 135 titik. Jumlah tersebut juga mengalami penurunan jika dibanding data kaji cepat sebelumnya, yang masih berada di angka 25.518 jiwa.

Penurunan jumlah pengungsi ini mulai terlihat seperti yang ada di SDN Undaan Kidul dan Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar dan beberapa orang yang mengungsi di rumah warga di Mlaten, Kecamatan Mijen.

Saat ini beberapa warga di dua lokasi pengungsian itu sudah kembali ke rumah masing-masing.

Genangan air yang sebelumnya mencapai 250 sentimeter di jalan lintas Semarang-Kudus sudah surut.

Jalur yang menjadi akses mobilitas utama wilayah pantura ini sudah bisa dilewati kendaraan kecil dengan kecepatan terbatas, sementara itu untuk kendaraan jenis truk tronton masih dilarang untuk melintas. Sebab, di sepanjang jalur tersebut masih terdapat tenda pengungsi mandiri warga.

Sementara itu, dapur umum yang terbagi di 21 titik terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan permakanan para pengungsi yang masih bertahan dan juga korban banjir yang sudah kembali pulang ke rumah.

Selain itu, dapur umum ini juga menyuplai kebutuhan permakanan bagi tim penanggulangan bencana termasuk para relawan yang bertugas di lapangan.

Dukungan Relawan

Selain peran pemerintah dan unsur forkopimda, percepatan penanganan banjir Demak juga dibantu oleh peran para relawan. Hingga 17 Februari 2024, tercatat lebih dari 600 relawan turut terjun ke wilayah terdampak banjir di Demak.

Para relawan secara bergiliran mulai terjun ke lapangan, sejak hari pertama banjir mulai melanda wilayah Kabupaten Demak. Pada tiga hari pertama, fokus kegiatan relawan pada evakuasi korban, pendirian tenda pegungsi, dan dapur umum.

Saat ini aksi relawan banyak membantu dalam distribusi air bersih ke wilayah terdampak banjir serta layanan sosial bagi warga terdampak.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Chomsul, menjelaskan untuk mempermudah sistem koordinasi antar relawan, BPBD Provinsi Jawa Tengah mendapat dukungan dari BNPB berupa aktivasi desk relawan.

“Sebelumnya karena jumlah relawan yang banyak, kami kesulitan dalam pendataan baik personilnya, aksi, dan lokasi aksinya. Aplikasi ini mempermudah koordinasi bagi para relawan”, ujar Chomsul.

Salah satu contoh pemanfaatan desk relawan oleh relawan bisa dilihat dari aplikasi tentang adanya aksi dukungan relawan dari Migrant Care-Save The Children yang menyalukan bantuan berupa hygiene kit, dan alat pendidikan serta dukungan psikososial di Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Demak.

Desk relawan merupakan aplikasi sebagai wadah berbagi informasi respon tanggap darurat, sumberdaya dan pendataan relawan penanggulangan bencana banjir di wilayah Kabupaten Demak dan Kudus. Sebanyak 200 relawan sudah terdaftar dalam aplikasi sejak lima hari pasca dibangunnya sistem desk relawan ini.

Polwan di Dapur Umum

Upaya penanganan banjir di Demak, juga didukung oleh puluhan Polwan Srikandi Polres Demak.

Polres Demak, dalam keterangannya seperti disampaikan humas.polri.go.id, menyebutkan bahwa para polwan itu, terjun di lokasi pengungsian warga terdampak banjir, salah satunya di Posko Gajah Demak.

Mereka ditugaskan di dapur umum untuk memasak dan menyiapkan makanan siap saji.

Hal itu untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi korban banjir Demak, Sabtu (17/02/2024).

Puluhan Polwan Polres Demak sedang menyiapkan makanan untuk ribuan warga terdampak banjir di posko pengungsian Gajah Demak.

Tidak hanya pengungsi, tapi juga sopir yang terjebak banjir Demak. Usai memasak, mereka mengemas makanan untuk dibagikan kepada ribuan pengungsi korban banjir.

Polwan Polres Demak memasak menu makanan sederhana dan ringan yang bisa cepat disajikan.

Diharapkan apa yang dilakukan Polwan Polres Demak dalam membantu para korban banjir di Demak ini untuk kemanusiaan dan menjadi amal ibadah bagi mereka. (HS-08)

Kemenkes RI Upayakan Deteksi Dini Kanker Lebih Mudah dan Murah di Puskesmas

Polres Rembang Amankan Pemungutan Suara Ulang di 4 TPS