HALO SEMARANG – Adanya rencana revitalisasi Pasar Manyaran dari Pemerintah Kota Semarang, memunculkan usulan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang agar nantinya pasar tersebut dialihfungsikan saja menjadi pasar burung.
Usulan tersebut disampaikan jajaran Komisi B DPRD Kota Semarang saat rapat bersama dengan Dinas Perdagangan dalam rangka penanganan paska kebakaran Pasar Manyaran, Rabu (25/5/2022).
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo mengatakan, aktivitas Pasar Mayaran selama ini tidak terlalu ramai sebagai tempat kuliner meski masih ada beberapa pedagang yang bertahan disana.
Bahkan menurutnya, fungsi pasar tersebut sudah mulai beralih. Pasar malah digunakan untuk penyimpanan barang rosok sampai digunakan sebagai tempat tinggal. Hal ini dinilai sudah tidak tepat.
“Itu Dinas Perdagangan bilang disuruh pergi tidak mau. Seharusnya dieksekusi. Pemerintah harus tegas bahwa pasar tidak diperbolehkan untuk tempat tinggal,” ujar Joko, Selasa (25/5/2022).
Untuk itu, politisi PDIP itu mengusulkan agar Pasar Manyaran bisa dijadikan sebagai pasar burung. Apalagi saat ini pasar burung sedang tren di kalangan masyarakat. Sedangkan Kota Semarang baru memiliki satu pasar burung, yaitu di Pasar Kartini.
Menurutnya, Pasar Manyaran akan ramai dikunjungi jika menjadi pasar burung. Aktivitas pasar akan kembali hidup dan bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama ini menurutnya pasar tersebut tidak mendatangkan PAD.
“Kemarin (Pasar Manyaran) yang terbakar kalau untuk pasar burung, ada tempat perdagangan kan lumayan, tapi tidak mengubah kondisi yang ada. Disitu ada kuliner ya tetap kuliner,” katanya.
Joko juga menyoroti perlu ada pengawasan dari Dinas Perdagangan untuk meminimalkan adanya jual beli kios. Dalam peraturan daerah, tidak diperkenankan melakukan jual beli kios. Jika kios tidak ditempati harus dikembalikan ke Dinas Perdagangan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Nurkholis mengatakan Pemerintah Kota Semarang akan merenovasi secara total Pasar Manyaran akibat musibah kebakaran beberapa waktu lalu. Apalagi sebagian besar los atau lapak pedagang yang ada di dalam pasar juga sudah banyak yang rusak.
“Rencana (renovasi) secara keseluruhan saja. Sedangkan anggarannya dari APBD, apakah nanti di perubahan atau tahun 2023. Tapi tahun 2022 sudah ada kajian untuk renovasi Pasar Manyaran,” ujarnya. (Advetorial-HS-06)