in

Arboretum Kalianget Menjadi Wahana Eduwisata yang Menjanjikan di Wonosobo

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat beserta sejumlah pejabat, menerbangkan burung dalam wahana wisata edukasi Arboretum Kalianget. (Foto : wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Bagi warga Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya, Eduwisata Arboretum di kawasan bumi perkemahan Taman Rekreasi Kalianget, dapat menjadi alternatif untuk refreshing pada akhir pekan.

Arboretum yang diresmikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat ini menyuguhkan wisata alam yang menarik dan edukatif. Wisatawan yang berkunjung, akan dimanjakan sejumlah tanaman langka yang tumbuh subur di kawasan asri tersebut.

“Kita akan melihat bersama bagaimana perkembangannya selama empat triwulan ke depan. Saya tekankan yang terpenting  keberlanjutannya (sustainable) seperti apa,” kata Bupati Wonosobo, seperti dirilis wonosobokab.go.id, Jumat (13/1/2023).

Lebih lanjut Afif berharap, OPD terkait untuk memperbanyak mengoleksi tanaman anggrek sebagai salah satu tanaman konservasi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Selain itu, kawasan eduwisata ini dapat dipromosikan lebih luas lagi kepada masyarakat, utamanya kepada pelajar, baik di Wonosobo maupun luar Wonosobo sebagai investasi yang menjanjikan.

Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar menambahkan, kawasan Arboretum Kalianget diharapkan juga dapat menjadi wahana wisata edukasi yang menyenangkan dan ramah bagi semua orang.

“Saya minta Arboretum Kalianget ini menjadi wahana wisata yang menyenangkan dan ramah bagi semua orang,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo, Endang Listyaningsih mengatakan Arboretum Kalianget dibangun sejak 2017, yang banyak menyimpan ratusan tanaman langka untuk dijadikan tempat pendidikan serta penelitian. Ditunjang pemandangan yang menarik, tak menutup kemungkinan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Wonosobo.

Di kawasan Arboterum Kalianget, juga terdapat koleksi tanaman anggrek se-Indonesia, ruang baca untuk mengenal lingkungan arboretum, dan sarana prasarana penunjang lainnya.

“Sampai saat ini tiket masuk ke kawasan tersebut belum masuk retribusi, artinya masih masuk tiket Wisata Kalianget sebesar Rp 3.000,” tambahnya.

Pelaku Wisata Oemah Wisata, Nugroho menambahkan Arboretum Kalianget punya potensi besar sebagai wahana pengenalan lingkungan alam  melalui kegiatan outbond.

“Selama ini, banyak orang yang masih bingung mencari tempat outbond di Wonosobo, saya harap wahana ini dapat dibuka selama 24 jam,” kata dia.

Hadir dalam acara peluncuran, Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar Kabupaten Wonosobo, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Wonosobo.

Juga turut hadir, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Menengah Atas Kabupaten Wonosobo, Rektor Universitas Sains Al-Qur’an, Penggerak Wisata, Perwakilan Pelajar SD, SMP, SMA, dan unsur lainnya. (HS-08)

Anthrax Kulit Sempat Menjangkiti Warga Asal Wonogiri, Begini Cara Pencegahannya

Peningkatan Sejumlah Ruas Jalan di Boyolali segera Dikerjakan