in

Minta Petugas Haji Sabar dan Kompak, Menag: Jangan Bentak Jemaah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qumas. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, menekankan pentingnya kesabaran para petugas haji dalam melayani jamaah. Para petugas haji juga jangan sampai menjadi bagian dari masalah, melainkan harus menjadi penyelesai masalah.

Penekanan itu disampaikan Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, kepada para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) di asrama haji Pondok Gede, Jakarta.

Bimtek ini akan berlangsung hingga 16 April 2023. Bimtek diikuti 1.234 peserta terdiri atas 928 petugas Kementerian Agama dan 306 dari Kementerian Kesehatan

Menag Yaqut Cholil Qoumas menilai Bimtek merupakan tahapan penting, untuk memastikan petugas berkompeten dalam melayani jemaah.

“Luruskan niat. Ikuti bintek ini dengan baik, agar saudara dapat memberikan layanan maksimal ke jemaah,” kata Menag, Rabu (12/4/2023), seperti dirilis kemenag.go.id.

Menag juga meminta agar petugas, bukan hanya memberikan pelayanan, tetapi juga menjadi pemecah masalah atas masalah yang dihadapi jemaah di Tanah Suci.

“Jangan sampai petugas haji malah menjadi bagian masalah,”  kata dia mengingatkan.

Menurut Menag, pada operasional haji tahun 2022, masih ada petugas yang bermasalah, sehingga harus berurusan dengan polisi Saudi. Hal itu pada akhirnya menjadi pekerjaan tambahan bagi petugas lainnya.

“Saya tidak ingin dan tidak mau ini terulang. Jalankan semua peraturan. Pahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Saudi. Minta tolong ini dijaga, jangan sampai saudara justru jadi bagian masalah,” kata Menag.

Hal kedua yang dipesankan Menag, adalah agar petugas sabar dalam menjalankan tugasnya. Menurut Gus Men, sabar adalah kunci.

“Melayani lansia harus sabar. Kalau orang bilang sabar ada batasnya, saya berharap saudara untuk bersabar tanpa batas,” sebutnya.

Sabar itu, kata Gus Men, ketika orang berhak dan pantas untuk marah, tetapi memilih untuk menahannya.

“Tugas saudara di Tanah Suci akan sangat menantang, kadang mengganggu emosi kita. Tetaplah bersabar,” pesan Gus Men.

“Kalau ingin marah, minum zamzam. Insya Allah tidak akan kering sumur zamzam,” kata dia.

Tahun lalu, kata Gus Men, masih ada petugas yang emosional saat melayani jemaah.

Hal itu agar tidak terulang. Kesabaran petugas tetap dituntut dan tidak boleh dengan alasan apapun kehilangan kesabaran.

“Jangan bentak jemaah. Saudara tidak akan bisa berangkat ke Tanah Suci untuk bertugas kalau tidak ada jemaah haji. Hormati dan layani mereka dengan baik. janganlah sakiti mereka. Itu sama saja menyakiti tamu Allah. Saya yakin saudara mampu menjaga kesabaran,” tuturnya.

Gus Men juga berpesan agar para petugas bekerja secara teamwork. Menurutnya, Bintek bertujuan membentuk tim agar bisa bekerja bersama mewujudkan cita-cita bersama, memberikan layanan terbaik kepada para jemaah haji

“Tolong kerja tim. Hilangkan ego sektoral. Kita semua bekerja sebagai tim. Itu bekerja sebagaimana organ tubuh. jika ada yang sakit, semua merasakannya,” kata Gus Yaqut.

“Hormat saya kepada saudara sekalian, cinta saya kepada saudara sekalian..insya Allah ini akan mendapat pahala setimpal,” tutupnya. (HS-08)

Perumda Tirta Jungporo Dimotivasi Meningkatkan Kinerja

Soal Harga yang Membuat Liverpool Mundur