HALO KENDAL – Perusahaan penyalur Tenaga Kerja Indonesia atau yang Pekerja Migran Indonesia (PMI), merupakan mitra kerja Departemen Tenaga kerja yang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penempatan tenaga kerja sesuai dengan proses antarkerja, baik di dalam maupun ke luar negeri.
Tanggung jawab penyalur ini sangat besar terhadap kegiatan penempatan calon pahlawan devisa dan hal ini dapat terlihat dari tugas, hak, dan kewajiban dari penyalur PMI itu sendiri.
Dapat dikatakan, bahwa tanggung jawab penyalur PMI itu dimulai dari perekrutan calon atau dalam masa pra-penempatan, penempatan, dan pasca-penempatan PMI.
Dalam masa-masa tersebut perusahaan penyalur PMI mempunyai kewajiban untuk memberikan pelatihan dan keterampilan, melindungi calon PMI jika terjadi sengketa, serta mengurus hal-hal yang berkaitan dengan keberangkatan dan kepulangannya di daerah asal.
Di dalam melaksanakan tanggung jawab terhadap calon PMI, perusahaan penyalur PMI tidak terlepas dari kendala-kendala yang menghambat pelaksanaan programnya secara optimal.
Hal tersebut disampaikan Nanang Fardiansyah, yang mengaku sudah 20 tahun berkecimpung di dunia penyalur PMI asal Kendal, dengan merintis dan membuka kantor pusat dan kantor cabang yang dekat dengan rumah pahlawan devisa Indonesia tersebut.
“Tadi malam saya diwawancarai oleh radio di Hongkong dan podcast online, bagaimana perjuangan kita sejak 20 tahun lalu merintis buka kantor pusat dan kantor cabang PT yang dekat dengan rumah pahlawan devisa,” ujarnya melalui rilis kepada halosemarang.id, Minggu (26/3/2023).
Nanang, yang berasal dari Desa Puguh, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal tersebut menjelaskan, selama 20 tahun tersebut, pihaknya sudah mendirikan kantor pusat dan cabang di wilayah Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok NTB.
Hal ini menurutnya, supaya para calon pahlawan devisa bisa ke luar negeri tanpa harus ke kota besar. Selain itu dalam berproses, supaya dekat dengan keluarga dan tidak terjebak dengan calo.
“Para pahlawan devisa bisa berproses keluar negeri tidak harus di kota besar, dan biar dekat dengan keluarganya. Juga tidak terjebak calo yang minta komisi besar dan memberatkan para pahlawan devisa,” ungkap Nanang.
Dijelaskan, perusahaan yang menyediakan layanan terbaik dalam penempatan dan pelatihan tenaga kerja di dunia global, memberikan kepuasan bagi tenaga kerja.
“Bisa memberikan informasi yang akurat dan layanan terbaik kepada calon-calon pekerja. Kemudian bisa memastikan kemitraan selektif dengan pengguna layanan atau perusahaan di luar negeri. Selain itu, proses pemilihan dan administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Nanang.
Bukan itu saja, bahkan dirinya berharap, bisa membuat kantor seperti dua gerai mini market terkenal yang tersebar hingga ke pelosok desa di Indonesia.
“Ya harapan kita, bisa mendirikan kantor di mana-mana seperti dua minimarket yang terkenal itu. Supaya para pahlawan devisa lebih dekat dengan tempat tinggalnya saat berproses,” imbuh Nanang.
Diungkapkan, pihaknya juga terus memperjuangkan, bagaimana bisa tetap menerima mereka yang mendaftar ke luar negeri. Terutama yang terbatas karena usia, berat badan kelebihan atau kegendutan, banyak tato di tubuh, dan banyak bekas tindik di hidung serta telinga.
“Apakah karena masa lalu mereka yang kelam, kemudian tidak bisa berangkat ke luar negeri. Kita tidak menyerah, kita terus perjuangkan dan akhirnya mereka bisa mendapatkan majikan. Sehingga bisa bekerja demi membangun masa depan mereka dan keluarganya,” pungkas Nanang.(HS)