HALO KENDAL – Menyambut bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, warga Dusun Panggangayom, Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, menggelar tradisi Dugderan, Minggu (19/3/2023).
Bahkan, berbagai ornamen hiasan bertemakan Ramadan tampak sudah terpasang di berbagai tempat, di desa tersebut.
Tradisi dugderan sudah berjalan selama dua tahun sebelum pandemi. Namun kali ini yang paling meriah, karena diikuti 11 RT, yang menampilkan kreasi budaya maupun kesenian.
Selain itu, kegiatan digelar bertujuan untuk menghidupkan UMKM. Sehingga dengan adanya dugderan, para pedagang bisa jualan di sekitar lapangan Desa Wonorejo.
Tampak iring-iringan karnaval memadati jalan kampung, yang dilakukan dengan mengelilingi desa dan berakhir di lapangan Desa Wonorejo. Warga juga terlihat antusias menyaksikan karnaval, yang ditampilkan masing-masing RT, dengan kreasi dan biaya yang cukup tinggi.
Panitia pelaksana, Farid Maftuchin mengatakan, kegiatan merupakan perdana dilaksanakan pasca-pandemi. Dijelaskan, sebelum pandemi sudah dua kali dilaksanakan.
Bahkan menurutnya, pelaksanaan tahun ini sangat meriah dibanding tahun-tahun sebelum pandemi. Kegiatan ini diikuti masyarakat Dusun Panggangayom, Desa Wonorejo yang terdiri dari 11 RT.
“Kegiatan merupakan pioneer yang akan kita lakukan di tahun berikutnya. Setelah melihat antusiasme masyarakat, tahun yang akan datang akan kita selenggarakan lebih meriah lagi,” jelas Farid.
Senada disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Wonorejo, Muhammad Khisom. Dia mengatakan, masyarakat antusias menyaksikan kegiatan dugderan, karena sudah dua tahun terkena pandemi. Sehingga kegiatan yang dilakukan sangat sederhana.
“Namun kali ini dugderan dimeriahkan seluruh warga Dusun Panggangayom, ke depan akan dibuat semeriah mungkin,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Desa Wonorejo, Hisyam Ali mengatakan, selain merupakan kirab dugderan, peserta terbaik akan dinilai. Dan untuk juara, mendapatkan satu ekor kambing.
“Pemerintah desa menyediakan hadiah bagi juara berupa satu ekor kambing dan hadiah menarik lainya. Sehingga masyarakat terhibur dengan adanya dugderan. Tak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak hingga kakek-nenek juga ikut memeriahkan dugderan,” jelasnya.
Menurut Hisyam, dengan dukungan dan antusias dari masyarakat yang sangat tinggi, pemerintah desa juga membantu apa yang akan dibutuhkan masyarakat saat dugderan.(HS)