HALO SEMARANG – Gunung Merapi diketahui menunjukkan aktivitas vulkanik sejak pada Sabtu, (11/3/2023) siang. Gunung setinggi 2968 MDPL ini meletus dan mengeluarkan asap tebal hingga mencapai setinggi 100 meter dari puncak gunung. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta masyarakat di sekitar Gunung Merapi menjauhi titik bahaya dan meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat kami imbau agar waspada, tidak berkegiatan dulu, tetap saling memantau kondisi sekitar dan saling mengingatkan. Ikuti arahan dari pemerintah setempat,” terang Taj Yasin, Sabtu (12/3/2023).
Taj Yasin mengaku, dirinya masih mengumpulkan informasi terkait data letusan gunung. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), guguran lava dan awan panas diperkirakan bergeser sekitar 7 kilometer ke arah selatan-barat daya dan sekitar 5 kilometer ke arah tenggara.
Hingga saat ini, lanjut Wagub, kondisi Gunung Merapi masih terus dipantau. Jika terdapat perubahan aktivitas secara signifikan, maka pihak-pihak terkait akan memberikan laporan teraktual. Jika diperlukan, dia meminta tim tanggap bencana segera diterjunkan untuk melakukan mitigasi dan penanganan.
“Saya sudah lihat video-video laporan dan data letusan gunung. Ini masih sedang kami konfirmasi apakah perlu tindakan berikutnya atau tidak,”jelas Taj Yasin.(HS)