HALO NASIONAL – Untuk memeriahkan Dies Natalis Ke-67, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar Stadium General IPDN dengan tema Strategi Kebijakan Pembangunan Daerah Khususnya dalam Percepatan Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi, Pengendalian Inflasi, Penurunan Tingkat Kemiskinan, Pengangguran dan Penanganan Stunting, serta Permasalahan Daerah Lain di Balairung Rudini, IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jabar, Rabu (8/3/2023).
Hadir sebagai narasumber Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji, Gubernur Maluku yang diwakili Kepala Bappeda Provinsi Maluku, A Anton Lailossa dan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar. Stadium General diikuti oleh civitas akademika IPDN melalui luring untuk kampus Jatinangor dan melalui daring untuk IPDN Kampus Daerah, termasuk mahasiswa Program Profesi Kepamongprajaan dan mahasiswa Program Magister dan Program Doktor Sekolah Pascasarjana.
Kegiatan Stadium General dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada praja dan mahasiswa terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah khususnya dalam pencapaian target indikator makro ekonomi pembangunan daerah yang dikorelasikan, dengan pencapaian target pembangunan nasional dan agar praja dapat pengetahuan serta pemahaman langsung dari kepala daerah. Khususnya dalam menyikapi permasalahan aktual di daerah khususnya menjelang bulan Ramadan.
Gubernur Kalbar, Sutarmidji menuturkan, wilayahnya yang terdiri atas 12 kabupaten dan dua kota dengan jumlah penduduk 5.497 juta saat ini masih mengadapi permasalahan stunting peringkat nasional sebesar 27,80 persen.
Menyikapi hal itu dirinya telah mengambil langkah-langkah penanganan stunting melalui optimalisasi program posyandu dan penerapan indeks desa mandiri yang didalamnya termasuk permasalahan kesehatan desa.
Dia menambahkan, pada akhir 2022 ekonomi Kalbar tumbuh sebesar 5,07 persen, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 5,31 persen.
Untuk tingkat kemiskinan masih di atas nasional, yakni sebesar 6,73 persen karena faktor geografis.
Tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,86 persen akibat dampak pandemi Covid-19. Untuk indeks pembangunan manusia, Kalbar masih rendah, yaitu 68,63 persen.
Hal ini disebabkan salah satunya adalah masih adanya trauma masa lalu (penindasan Jepang terhadap masyarakat terdidik yang membuat motivasi orang tua untuk menyekolahkan anaknya rendah).
Terkait inflasi, di Kalbar masih tinggi (6,30 persen) dikarenakan masalah angkutan udara, distribusi bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan rokok serta konsumsi ayam ras.
Dalam hal ini gubernur mengefektifkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mencukupi kebutuhan beras.
APBD Kalbar telah ditetapkan sebesar Rp 6,170 triliun yang diprioritaskan pada program yang mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Saat ini gini rasio Kalbar adalah sebesar 0,311.
Sementara Gubernur Maluku yang diwakili Kepala Bappeda, A Anton Lailossa menjelaskan pencapaian pertumbuhan ekonomi Maluku pada 2022 adalan 5,73 persen. Tingkat inflasi 4,19 persen, lebih rendah dari nasional.
Tingkat kemiskinan 16,23 persen, tingkat pengangguran terbuka (6,44 perseb), dan indeks pembangunan manusia (70,22).
APBD Mauluku pada 2023 adalah Rp 3,02 dengan gini rasio 0,306, sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sebesar Rp 26,7 juta per tahun.
Menyikapi keadaan itu, Pemprov Maluku melakukan sinergitas baik dengan lembaga pemerintahan di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota dan mengalokasikan dana di sektor primer dan sekunder.
Adapun Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyatakan pertumbuhan ekonomi Kota Bukittinggi mencapai 4,68 persen yang merupakan pertumbuhan ekonomi nomor tiga tertinggi di wilayah Sumbar setelah Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Tingkat inflasi (5,51 persen), tingkat kemiskinan 4,46 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,90 persen, dan indeks pembangunan manusia (81,14). APBD Kota Bukittinggi tahun 2023 sebesar Rp 750,7 miliar dengan gini rasio 0,317.
Kota Bukitinggi merupakan kota wisata yang hanya terdiri atas tiga kecamatan dan 24 kelurahan dengan jumlah penduduk 1.886 juta.
Upaya yang dilakukan Wali Kota adalah meningkatkan peran usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui kerja sama dengan pihak investor. Pada 2022 UMKM telah mencapai pertumbuhan 300 persen.
Di samping itu, dilakukan upaya mengefektifkan kerja sama antardaerah dalam pemenuhan kebutuhan pokok untuk menekan laju inflasi.
Selepas pemaparan materi dari para narasumber, dilanjutkan tanya jawab dengan praja baik dari Kampus Jatinangor maupun dari Kampus Daerah (Jakarta, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Papua).
Mengakhiri kegiatan Stadium General, Rektor IPDN, Dr Hadi Prabowo memberikan penghargaan Kartika Astha Brata Madya Kepada Gubernur Kalbar dan Gubernur Maluku, serta penghargaan Kartika Astha Brata Muda kepada Wali Kota Bukittinggi.
Setelah kegiatan Stadium General, Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IPDN melaksanakan kegiatan khitanan bagi 51 anak yang berasal dari masyarakat di lingkungan kampus IPDN Jatinangor, bertempat di Poliklinik IPDN Jatinangor dengan tenaga medis dari Poliklinik IPDN dan Kesdam Siliwangi. Kepada anak-anak peserta khitanan diberikan tali asih oleh IPDN.(HS)