HALO KENDAL – Program Pemerintah Kabupaten Kendal terkait pemerataan dan percepatan pembangunan desa melalui dusun berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK), secara bertahap telah terealisasi guna mempercepat pembangunan.
Salah satunya, delapan dusun yang berada di Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, telah menyelesaikan pembangunan melalui program BKK, yaitu Dusun Ngabean, Kliwonan, Gowok, Kalikatok, Balak, Bulumesu, Mluro, dan Ngularan.
Kepala Desa Ngabean, Anom Tri Syamcoko mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kendal, dengan adanya program dana BKK dusun yang dapat memberikan pembangunan jalan di desanya.
“Alhamdulillah kita mendapatkan delapan titik program dari dana BKK, dan itu semua sangat bermanfaat terutama dalam jalur pertanian di desa kami,” ungkap Kades Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Kamis (9/3/2023).
Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, penyaluran BKK akan dilakukan bagi seluruh dusun yang ada di Kendal. Pihaknya berharap, dana BKK mampu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Bantuan Keuangan Khusus ini lebih condong pada peningkatan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial, dan pendidikan,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Bupati, program dana BKK, diharapkan menjadi program padat karya yang mampu memberikan pergerakan ekonomi dalam pengerjaannya.
“Maka dari itu BKK saya harapkan mampu memberikan dampak positif dalam hal pembangunan dari dusun, termasuk juga untuk pengerjaannya dilakukan oleh warga sendiri yang bisa menjadi padat karya,” imbuh Dico.
Dijelaskan, dana BKK yang sudah disalurkan masing-masing sebesar Rp 100 juta. Adapun Bantuan Keuangan Khusus kepada Pemerintah Desa Berbasis Dusun direncanakan dan dianggarkan sesuai dengan permohonan atau proposal dari Pemerintah Desa.
“Selain itu BKK diberikan sesuai kemampuan keuangan daerah, melalui musyawarah desa dan Kepala Desa menyampaikan proposal (usulan) kepada bupati melalui camat sesuai dengan skala prioritas,” jelas Dico.
Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Yanuar Fatoni membeberkan, pada tahun 2023, dari 1.165 dusun, setidaknya terdapat 420 dusun yang mendapatkan BKK, dan hampir 100 persen telah tercover.
“Tahun 2023 ini hampir merata semuanya telah tercover penggarapan dari dana BKK dusun ini. Pembangunan juga berdasarkan tematik desa yang membatasi pada usulan setiap desa,” terangnya.
Yanuar mencontohkan, jika desa wisata berarti fokus pada pengembangan wisata, kemudian desa UMKM juga fokus pada program UMKM, termasuk desa agro, yang berarti fokus pada sektor pertanian.(HS)