HALO SEMARANG – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kolaborasi global, dengan penandatanganan MoU bersama perusahaan teknologi asal Tiongkok, Hisense.
Inisiatif ini menjadi bagian dari rencana pembentukan Indonesia Global Research Center, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, agar mampu bersaing di tingkat global. Penandatanganan dokumen MoU berlangsung di Gedung D Kemdiktisaintek, Kamis (13/8/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar, untuk menjadi bagian penting dalam jaringan riset global.
Keberadaan Indonesia Global Research Center nantinya, akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, peneliti, mahasiswa, dan industri.
“Kami berharap ini akan menjadi Hisense Indonesia Global Research Center. Saya pikir ini akan menjadi global research center ke-8 dari Hisense di seluruh dunia. Kami memiliki beberapa universitas terbaik, yang dapat berkolaborasi sesuai dengan keunggulan bidang masing-masing,” ujar Menteri Brian, seperti dirilis kemdiktisaintek.go.id.
Lebih lanjut, Mendiktisaintek menjelaskan bahwa model kolaborasi yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada satu kampus, tetapi melibatkan berbagai perguruan tinggi dengan keunggulan riset yang berbeda.
Pendekatan tersebut diyakini mampu menghasilkan sinergi yang lebih kuat, dalam pengembangan teknologi strategis yang dibutuhkan masyarakat dan industri.
General Manager Of Hisense Indonesia Zhentong Li menyambut baik pertemuan ini, dan menilai Indonesia memiliki talenta yang sangat potensial untuk mendukung pengembangan inovasi global.
Perusahaan teknologi asal Tiongkok melihat peluang besar untuk memperkuat transfer teknologi, sekaligus memperluas jejaring penelitian internasional melalui kemitraan dengan perguruan tinggi Indonesia.
“Kami akan mencoba menghubungkan talenta global dan teknologi, dengan talenta Indonesia serta memungkinkan para peneliti memahami teknologi baru dengan lebih baik. Sebagai permulaan untuk berbagi teknologi, berkolaborasi dengan universitas lokal, dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Indonesia,” ujar General Zhentong Li.
Lebih lanjut dalam pembahasan, kedua belah pihak membahas pengembangan pusat riset yang akan menjadi wadah kolaborasi, antara dunia pendidikan tinggi dan industri teknologi internasional.
Kehadiran pusat riset tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil penelitian, sekaligus menjawab kebutuhan teknologi masa depan.
Berbagai bidang strategis juga menjadi fokus pembahasan, mulai dari teknologi pendidikan, elektronik rumah tangga, energi, hingga pengembangan industri semikonduktor dan komponen otomotif.
Ditegaskan Menteri Brian bahwa hal ini merupakan langkah yang sangat penting, untuk mencapai berbagai kolaborasi strategis di masa depan.
Indonesia Global Research Center dirancang tidak hanya menjadi pusat penelitian dan pengembangan (R&D), tetapi juga sebagai pusat transfer teknologi, pengembangan talenta, sertifikasi laboratorium, serta inkubasi produk inovatif yang siap memasuki pasar.
Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan produk-produk teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat daya saing bangsa di era ekonomi berbasis pengetahuan.
Menutup pertemuan, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi antara Kemdiktisaintek, perguruan tinggi, dan Hisense akan segera menghasilkan dampak nyata.
Dengan melibatkan profesor, peneliti, dan mahasiswa doktoral, sehingga dapat melihat hasil nyata berupa produk-produk inovasi dari laboratorium bersama di Indonesia. (HS-08)

