in

5.000 Serangan Hacker Tak Bisa Tembus Pertahanan Siber Indonesia

 

HALO SEMARANG – Pertahanan siber Indonesia ternyata tak dapat diremehkan, bahkan lebih kuat dibanding Jerman.

Kekuatan pertahanan siber Indonesia ini pun, sudah teruji dalam menangkal ribuan serangan hacker, seperti pada perhelatan KTT G20 di Bali.

Kemampuan unggul pertahanan siber Indonesia itu, disampaikan Direktur Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, dalam keterangannya, Jumat (24/2/2023).

Menurut Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, hacker mampu menembus pertahanan siber Jerman dalam perhelatan G20 di Hamburg.

Serangan hacker juga terjadi ketika digelar KTT G20 di Bali. Bahkan jumlahnya mencapai lebih dari 5.000 serangan.

Tetapi dari semua serangan itu, tidak ada satu pun yang berhasil menembus pertahanan Indonesia.

Kemampuan Indonesia dalam pertahanan siber ini, menurut Adi, adalah berkat sinergi semua lembaga.

“Kalau pengamanan kegiatan seperti agenda internasional kayak G20, kita kuat, jadi artinya tidak hanya dengan sendirian, dengan BSSN, Kominfo, Siber TNI, kita bisa mengawal kegiatan G20 yang dilaksanakan di Bali. Sekadar untuk diketahui, coba searching G20 di Jerman diserang hacker dan tembus. Nah berarti kita lebih hebat dari Jerman,” kata Adi, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Adi mengungkapkan, saat G20 di Bali ada 5.000 lebih serangan hacker. Terlebih, saat Presiden Rusia Vladimir Putin tidak hadir pada perhelatan dunia tersebut.

Namun serangan tersebut berhasil diminimalkan, sehingga tidak dapat menembus firewall atau dinding pertahanan siber saat G20 di Bali

“Ada datanya di kita, ada sekitar 5.000 sekian kita diserang. Justru kita dulu concernya dengan tidak hadirnya Presiden Rusia. Jadi bukan tidak ada serangan, ada tetapi berhasil kita minimalkan sampai tidak bisa mereka menembus firewall kita,” ujar Adi.

Adi menyebut pertahanan siber tidak hanya saat G20 di Bali berlangsung melainkan seluruh website pemerintah pun turut diamankan dari serangan hacker.

“Jadi kita tidak hanya jaga di G20 tapi kita jaga seluruh website milik pemerintah. Karena mereka tidak nyerang G20, tapi mereka nyerang website pemerintah,” kata dia. (HS-08)

Lebih 18 Ribu Penyuluh Agama Lulus Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal

0

Kolaborasi Bank Jateng Purwodadi dan Pemkab, Percantik Jalanan Grobogan dengan Lampu Hias