HALO TEGAL – Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, menyalurkan bantuan benih padi lebih dari 3 ton, kepada 20 kelompok tani di wilayahnya, Kamis (9/2/23), di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sumurpanggang.
Bantuan padi bibit unggul jenis Inpari 32, yang dikemas 5 kilogram per kantong itu, diserahkan secara simbolis oleh Kabid Pertanian dan Pangan DKPPP Kota Tegal, Yusmana.
Adapun kelompok tani penerima, berasal dari beberapa kelurahan di Kecamatan Tegal Selatan dan Margadana.
Kepala DKPPP Kota Tegal, Sirat Mardanus, menjelaskan bantuan benih juga diberikan kepada petani yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.
Menurut data yang ada padanya, banjir beberapa waktu lalu menyebabkan 5 hektare sawah mengalami puso, dan 1 hektare rusak berat.
Menurut dia, DKPPP melalui petugas PPL, sebelumnya sebenarnya sudah berupaya mengantisipasi banjir, dengan tanam lebih awal, dengan harapan tanaman bisa tumbuh cukup tinggi sehingga mampu bertahan saat banjir.
Namun di luar dugaan, banjir terjadi lebih cepat, ketika umur tanaman padi masih muda.
“Alhamdulillah dalam tiga tahun anggaran terakhir ini ada sediaan benih padi untuk petani. Jadi bukan karena banjir saja,” ujarnya, seperti dirilis tegalkota.go.id.
Sirat Mardanus juga mengungkapkan, petani di Kota Tegal sangat dimudahkan dalam menerima bantuan benih padi.
Mereka cukup mengajukan permohonan melalui Kelompok tani masing-masing, atau dari DKPPP yang sigap memberi bantuan, khususnya untuk sawah yang terdampak banjir.
Melalui aksi nyata tersebut serta program inovasi teknologi pertanian modern yang dilakukan petugas PPL dan petani mampu meningkatkan produktivitas pertanian Kota Tegal, menjadi 7,5 ton per hektare pada 2022, yang sebelumnya hanya 6,4 ton per hektare.
“Kepada petani di Tegal, kita tahu bahwa lahan pertanian di kota Tegal tidak terlalu luas, hanya 380-an hektare. Tetapi tidak mengurangi semangat petani dan PPL untuk terus berkarya,” kata dia.
Pihaknya juga mengapresiasi petani, yang sudah beralih ke pupuk organik, serta yang melakukan budi daya tanaman padi agar semakin baik.
“Jadi untuk produktivitas tanaman padi bisa mencapai 7,5 ton per hektare (2022) jadi meningkat dibanding tahun sebelumnya 6,4 ton. Sedangkan di daerah tetangga, masih di bawah produktivitas pertanian kita,” kata Sirat. (HS-08)