in

Hadiri Konfercab NU 2022, Wabup Kendal : NU dan Pemkab Harus Bersinergi

Wabup Kendal, Windu Suko Basuki dan bersama tokoh-tokoh NU Kendal, dalam acara pembukaan Konfercab NU 2022, di SMK NU 01 Kendal, Sabtu (24/12/2022).

HALO KENDAL – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) yang dilaksanakan di SMK NU 01 Kendal, Sabtu (24/12/2022).

Agenda Konfercab adalah memilih kepengurusan cabang NU, yang terdiri dari dua bagian yaitu Rais Syuriah (setara legislatif) dan Tanfidziyah (setara eksekutif). Dalam menjalankan tugas-tugasnya, Ketua Tanfidziyah harus tunduk dan patuh kepada Rais Syuriah.

Hadir Wakil Sekretaris PBNU, Mas’ud Saleh, Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Muhammad Muzamil, Ketua Tanfidziyah Kendal, KH Danial Royyan dan Ketua Rais Syuriyah NU Kendal, KH Izzudin Abdussalam.

Selain itu acara juga dihadiri, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, perwakilan Forkopimda, Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun, beserta para anggota DPRD Kendal, Kepala Kantor Kemenag Kendal, perwakilan Partai Politik, perwakilan Ormas, juga dihadiri ratusan peserta, baik dari MWC NU, Ranting NU, dan juga badan otonom (banom).

Ketua Panitia Penyelenggara, KH Abdul Majid, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dalam pelaksanaan Konfercab NU Kendal.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan acara ini, sehingga berjalan baik dan lancar;” ungkapnya.

Dijelaskan, sebelumnya telah dilaksanakan Pra Konfercab pada tanggal 27 November 2022, yang membahas beberapa program organisasi.

“Insya-Allah hari ini akan disahkan, program-program hasil Pra Konferensi Nahdlatul Ulama Kendal,” jelas Majid.

Dibeberkan, dalam acara konfercab, ada beberapa agenda. Diantaranya pengesahan tata tertib pemilihan dan dilanjutkan dengan pengesahan hasil sidang komisi.

“Yaitu komisi program, komisi organisasi, komisi rekomendasi dan beberapa komisi lainnya,” beber Majid.

Ditambahkan, untuk selanjutnya yaitu laporan pertanggung jawaban pengurus sebelumnya sekaligus pengesahan.

“Sedangkan dalam pemilihan Tanfidziyah dan Rais Syuriyah, dengan menggunakan dua sistem. Yaitu pemilihan Rais Syuriah dengan sistem Ahwa, dilanjutkan dengan pemilihan Tanfiziyah secara langsung,” imbuh Majid.

Sementara itu, sebelum membacakan sambutan Bupati Kendal, Wabup Kendal, Windu Suko Basuki mengaku, dirinya merasa bangga sudah menjadi bagian dari NU Kendal. Ia yang hadir dalam acara konfercab, memakai busana batik bermotif Nahdlatul Ulama dan juga bersarung.

“Saya bangga berada di jajaran para alim ulama, pengurus PBNU, pengurus PCNU, para pengurus MWC NU, ranting, beserta banom dan seluruh warga Nahdliyin Kendal. Saya berharap, sinergitas NU dengan Pemerintah Kabupaten Kendal bisa lebih ditingkatkan,” ungkapnya.

Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut berharap, konferensi bisa menjadi langkah strategis, dengan meningkatkan keberadaan dan peran pengurus NU dalam berkhidmah.

“Kemudian saya berharap, NU bisa mencetak generasi penerus kita yang berakhlaqul karimah, dan menjadi calon pemimpin di masa depan,” ujar Pakde Bas.

“Saya juga berharap, kepada ketua dan pengurus terpilih nantinya, dapat bekerja secara profesional dalam melayani umat dengan sungguh-sungguh, serta dapat melanjutkan program-program pengurus sebelumnya,” imbuh Wabup.

Ada enam kandidat calon Ketua Tanfidziyah PCNU Kendal, yaitu Achmad Khoeron, Plt Ketua Maarif Kendal, Syamsul Huda, Ketua Baznas Kendal, Mustamsikin mantan Wabup Kendal, Sajidin Kemenag Kendal, Djafar Baehaqi, Dosen UIN Semarang, dan Khotibul Umam, Ketua MWC Brangsong.

Ada 301 peserta yang memiliki hak suara dalam pemilihan ketua tanfidz, yang terdiri dari seluruh ketua MWC dan Pimpinan Ranting NU se-Kendal.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kendal, KH Danial Royyan kepada awak media mengatakan, konferensi sudah didahului dengan pra konferensi. Sehingga tinggal mengesahkan keputusan-keputusan yang sudah dibahas dalam pra konferensi.

“Ditambah membahas tata tertib pemilihan, kemudian laporan pertanggungjawaban dan tanggapannya, dilanjut penetapan demisioner dan dilanjut pemilihan,” bebernya.

Dijelaskan, pemilihan sebagai tindak lanjut dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ad/art) yang telah diimplementasikan dalam bentuk perkum (peraturan perkumpulan).

Sehingga, lanjut Kiai Danial biasa disapa, dari perkum tersebut menjadi rujukan untuk penyusunan tata tertib pemilihan.

“Harapannya kepada pengurus yang baru nanti, bisa melanjutkan program NU yang belum terselesaikan. Selain itu, juga bisa menjaga netralitas NU dalam politik,” tandasnya. (HS-06)

Kapolres Jepara Cek Kesiapan Sejumlah Gereja, Pos Pantau dan Pos Terpadu

Operasional Dum Truk Kaliwungu Diprotes Ormas dan LSM Kendal