HALO SEMARANG – Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Muhammad Syahril mengungkapkan, dalam satu minggu terakhir, tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan, yang disertai penurunan tren perawatan di rumah sakit.
“Dalam tujuh hari terakhir, rata-rata 5025 dan hingga 1 desember 4.977, terjadi penurunan 21,2%,” kata Syahril, seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id.
Demikian halnya dengan kasus kematian, dalam rentang waktu yang sama, rata-rata per hari 46 dengan CFR masih 2,4 %.
Untuk rawat inap di rumah sakit, dia menyebut Bed Occupation Rate (BOR) ada pada angka 10,9%, dan hingga kemarin sebanyak 6.352 orang dirawat. Adapun rerata dalam sepekan terakhir, per harinya sebanyak 6.800 orang dirawat dengan BOR rata-rata 11,6%.
Tren perawatan rumah sakit di ruang isolasi, lanjut Syahril, per tanggal 1 desember terdapat penurunan sebanyak 5,76%.
Kalau kemarin 5.750 yang dirawat dan harian 1 minggu lalu adalah sebesar 6.152. Demikian juga dengan tren perawatan di ruang intensif.
Kasus harian yang dirawat 602, dan harian dalam satu minggu terakhir sebanyak 649, terjadi penurunan 5,61%.
Meskipun terjadi penurunan kasus Covid-19, namun angka kematian akibat Covid-19 mengalami fluktuasi.
Dari rata-rata mingguan sebanyak 46 orang, terjadi kenaikan sebanyak 54 orang pada 1 Desember 2022, diiringi dengan peningkatan positivity rate.
Kasus Covid-19 saat masih didominasi di Pulau Jawa dan Bali dengan proporsi kasus mencapai 90,63%, sementara proporsi kasus di luar pulau Jawa dan Bali sebesar 9,3%.
Menurut Syahril, kondisi ini harus tetap menjadi perhatian kita mengingat 17.442 pasien yang dirawat di RS pada periode 4 oktober sampai 21 November memiliki gejalanya sedang, berat hingga kritis. Dimana 71% pasien belum mendapatkan booster.
Sebanyak 2.449 pasien meninggal dunia pada periode yang sama, dimana 82% diantaranya juga belum mendapatkan vaksin booster Covid-19. Kematian tertinggi pada kelompok lansia dan 50% lansia ini belum mendapatkan vaksinasi.
Pihaknya meminta semua pihak untuk bekerja bersama sama untuk mempercepat Indonesia mencapai akhir pandemi, salah satunya dengan bahu membahu meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19.
“Upaya vaksinasi menjadi bagian upaya atau strategi kita dalam mencapai atau menuju berakhirnya pandemi Covid-19” jelasnya
Hingga saat ini sudah lebih dari 442 juta vaksin Covid-19 disuntikkan kepada masyarakat indonesia, dengan rincian untuk vaksinasi pertama, lebih dari 203 juta atau 86.51% penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama.
Sementara lebih dari 173 juta masyarakat Indonesia atau 73% yang sudah mendapatkan dosis lengkap.
Untuk capaian Booster pertama sebesar 28.32%, sementara total booster kedua sebesar 3,88%.
“Dari 514 kabupaten atau kota, masih ada 261 dengan cakupan dosis 2 di bawah 70%, ini menjadi PR bagi semua kabupaten kota yang belum bisa mencapai bisa target. Ada 390 kabupaten dan kota dengan cakupan vaksinasi lansia kurang dari 70%,” kata Syahril
Meskipun laju vaksinasi sempat mengalami penurunan pada bulan sebelumnya, mulai pertengahan November kemarin angka sudah mulai bergerak naik Kembali ke pertengahan November yang lalu.
“Mudah mudahan vaksin ketiga dan keempat akan semakin meningkat untuk mencapai cakupan yang dicapai WHO 70% atau diatas 50% untuk vaksinasi booster,” kata dia. (HS-08)