HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dico M Ganinduto melaui akun pribadinya, @dicoganinduto, saat sidak merasa kaget dengan hasil pembangunan shelter pedagang Pasar Sore Kaliwungu.
Menurutnya, hasil pembangunan tidak sesuai dengan gambar foto yang diajukan kepada dirinya.
“Mas perwakilan yang ngerjain ini siapa? Kok kayak gini doang. Kenapa hasilnya tidak sesuai dengan gambar,” kata Dico kepada orang-orang yang berada di lokasi proyek.
Orang-orang yang berada di lokasi tersebut juga terlihat bingung dan tidak bisa memberikan penjelasan kepada Bupati Kendal.
Selanjutnya, Bupati berbicara dengan seseorang di sambungan telepon menanyakan hasil pekerjaan. Dengan nada tinggi, dirinya mengatakan hasil tidak sesuai dengan gambar yang ditunjukkan kepadanya.
“Ini saya di lokasi relokasi pedagang alun-alun Kaliwungu, kok ini tidak ada brak-braknya, seperti gambar foto yang dikirim ke saya. Harusnya kan di gambar ada skatnya, kok bisa gak disamain dengan gambarnya,” kata Dico.
Dirinya meminta supaya pembangunan disesuaikan dengan gambar yang dikirimkan kepadanya. Yakni ada sekat-sekat untuk merapikan pedagang.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kendal, Ferinando Rad Bonay, kepada awak media, Jumat (2/12/2022) mengatakan, pembangunan shelter untuk para pedagang di Eks Kawedanan Kaliwungu yang ditarget Desember, telah selesai seratus persen.
“Saat ini tinggal merapikan, supaya bisa segera ditempati. Nantinya semua pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menempati alun-alun akan di relokasi ke shleter,” terangnya.
Pembangunan revitalisasi alun-alun Kaliwungu bertujuan untuk memfungsikan kembali alun-alun sebagai taman dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Pasalnya, lanjut Ferinando, selama ini masyarakat tidak bisa menikmati alun-alun Kaliwungu karena setiap harinya digunakan untuk berdagang PKL.
“Saat ini pekerjaan yang tersisa hanya merobohkan tembok pagar yang berada di depan eks Kawedanan Kaliwungu. Jadi konsepnya, antara alun-alun dengan shelter pedagang akan menyambung. Jadi bentuknya los alias tidak ada sekat,” jelasnya.
Ferinando menambahkan, untuk penataan pembangunan shelter tersebut tidak satu paket dengan penataan lingkungan. Sehingga untuk jalan dan saluran drainase belum terbangun.
Menurutnya, pembangunan jalan, drainase dan taman di shelter pedagang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2023.
“Sedangkan anggaran yang sudah disetujui di tahun 2023 untuk penataan lingkungan shelter pedagang Kaliwungu sebesar Rp 750 juta,” pungkas Ferinando. (HS-06)