HALO SEMARANG – Sejumlah pedagang Johar Selatan mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pembeli. Meskipun mereka telah berjualan sekitar tiga bulan lebih, namun belum ada perubahan yang lebih baik sejak kepindahan dari relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Salah-satu pedagang Johar Selatan, Surato mengatakan, sejak dirinya pindah ke bangunan Pasar Johar baru dari relokasi MAJT, kondisinya masih sepi pembeli. Bahkan sampai saat ini hanya ada sekitar 10 pedagang yang bertahan.
“Padahal pedagang yang ikut rapat sosialisasi kepindahan dari relokasi ke sini ada sekitar 100 orang. Tapi, kok pas pindahan yang ikut hanya 15 pedagang, tidak semua mau pindah dari relokasi,” ujarnya usai ditinjau Plt. Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu didampingi Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin dan kepala OPD, Sabtu (26/11/2022).
Dampak dari tidak semua pedagang mau pindah, menurutnya membuat pembeli yang datang ke Pasar Johar Selatan yang diperuntukan pedagang bumbon dan sayur mayur otomatis menjadi sepi. Karena pembeli masih datang ke relokasi MAJT, padahal ada pedagang yang sudah pindah ke Pasar Johar Selatan.
“Sehingga kadang kita masih melayani mengantarkan barang ke relokasi, karena pembeli tidak mau ke Pasar Johar Baru. Alasannya mungkin karena pedagangnya masih sedikit, saya belum tahu secara jelas penyebabnya,” imbuhnya.
Dia berharap, setelah ditemui Plt Wali Kota Semarang, bisa memberikan solusi dan membuat kondisi Pasar Johar kembali ramai seperti awalnya.
“Kami hanya ingin minta ke Pemkot Semarang agar bisa meramaikan kembali Pasar Johar. Dan semua pedagang asli Johar untuk bisa pindah ke bangunan Pasar Johar Baru karena sudah dibangun dengan biaya pemerintah yang tidak sedikit,” katanya.
Senada dengan Yatmin pedagang Johar lainnya, dirinya meminta agar pedagang bisa masuk semua ke pasar resmi milik Pemerintah Kota Semarang.
“Kalau direlokasi kan mereka kena sewa lahan, sedangkan disini juga mendukung program pemerintah meramaikan pasar. Istilahnya kembali ke rumah sendiri lagi,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurcholis mengatakan jika penataan pedagang Johar terus dilakukan dan ditargetkan akhir tahun ini rampung. Disisi lain, pihaknya juga memperoleh fakta di lapangan pedagang yang berjualan di Pasar Johar Baru mengeluhkan sepi pembeli.
“Tapi masih ada pedagang yang juga di relokasi masih jualan, ini yang perlu ditertibkan,” katanya.
Diakui Nurcholis, memang masih ada pedagang yang berjualan di relokasi karena proses penghapusan aset Pemkot Semarang hingga saat ini masih berjalan. Untuk penghapusan aset memang ada tahapannya.
“Kemarin sudah dipresentasikan, ada apraissal ditetapkan dan nanti ada pelelangan aset atau penghapusan aset. Sehingga kenapa sampai sekarang di relokasi masih berdiri bangunan karena dua hal itu, penegakkan tidak bisa optimal. Harapannya dua kegiatan ini secara simultan dapat berjalan bersama-sama,” paparnya.
Sementara, pihaknya akan mempersiapkan gedung untuk kepindahan pedagang setelah ada penghapusan aset.
“Pedagang akan ditempatkan di bangunan Pasar Kanjengan dan Shopping Centre Johar (SCJ) atau gedung Matahari yang belum terisi semuanya oleh pedagang. Secara keseluruhan di pasar Johar tengah dan utara mencapai 90 persen. Johar selatan sekitar 60 persen. Gedung SCJ mencapai 50 persen, basement alun-alun Johar telah 90 persen lebih. Untuk di SCJ akan dipersiapkan karena memang faktanya di lantai satu dan dua masih dikuasi oleh pihak ketiga, dan lantai tiga, empat dan lima sudah punya pemkot,” pungkasnya.
Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu menyampaikan, dirinya ingin kondisi Pasar Johar ramai kembali. Pihaknya juga mengakui bahwa masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan terkait penataan pedagang secara menyeluruh.
“Harapannya, kalau pasar ramai lagi, pedagang bisa menikmati kesejahteraan dan perputaran ekonomi menjadi lancar,” katanya. (HS-06)