in

Wakil Ketua DPRD Jateng: Digitalisasi Pegang Peran Penting Dalam Penguatan Ekonomi Kreatif

HALO SEMARANG – Upaya penguatan dan pemberdayaan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) sangat vital bagi perekonomian, di tengah ancaman resesi global yang diprediski akan terjadi tahun 2023 mendatang. Pengembangan UMKM membutuhkan pendekatan yang bersifat holistik dan dalam ekosistem, setidaknya meliputi enam aspek, yakni kebijakan, akses keuangan, pasar, kapasitas sumber daya manusia, pendampingan, dan budaya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menjelaskan, di era digital seperti sekarang, ekosistem penguatan dan pemberdayaan UMKM harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Aspek ekosistem penting, namun digitalisasi justru yang juga tidak kalah penting. Ini sangat berperan,” jelasnya, baru-baru ini.

Politisi Partai Gerindra yang juga pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah masa bakti 2022-2027 tersebut menegaskan dukungannya terhadap penguatan bidang ekonomi kreatif melalui digitalisasi.

Di era yang serba digital seperti sekarang, menurut Heri, jika masih menggunakan pola peningkatan ekonomi secara tradisional saja, maka hanya akan stagnan. Hal ini karena digitalisasi semestinya dipelajari dan dimanfaatkan dengan antusias. “Era berubah, peluang tentu mengikuti. Era digital ini tidak dapat di biarkan apalagi ditentang,” ungkap Heri.

Perbankan

Ekonomi kreatif dalam pembahasan yang dia maksud, seperti halnya pembuatan produk digital, pemasaran digital, dan komunitas ekonomi digital yang akan semakin menghidupkan ekonomi masyarakat.

Meski harus mengikuti perkembangan digital, namun Heri Pudyatmoko tetap mengingatkan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai ujung tombak kemajuan di bidang ekonomi. “Instrumen utama adalah memperbaiki wilayah ekonomi, mau tidak mau. Tapi harus pula berbanding lurus dengan kadar wawasan kebangsaan,” katanya.

Sementara anggota Komisi C DPRD Jateng, Agung Budi Margono mengatakan, tak hanya UMKM, upaya pemulihan ekonomi dengan mengikuti perkembangan zaman juga harus dilakukan perbankan, khususnya Bank Jateng. Dirinya tetap menaruh rasa optimistisnya pada sebuah upaya peralihan sistematisasi pelayanan digital di dunia perbankan. Mengingat sekarang ini semua pelayanan perbankan dengan menggunakan sarana elektronik.

Dia menjelaskan, untuk sekarang ini, orang banyak beraktivitas menggunakan internet. Tak hanya itu, mayoritas kalangan muda sudah tak asing dengan transaksi perbankan melalui internet.

“Ternyata banyak manfaat dari digitalisasi perbankan. Secara pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, sesuai kebutuhan dan dapat dilakukan nasabah secara mandiri. Anak-anak muda sekarang usia di bawah 30 tahun sudah tidak asing dengan QRIS, apa itu emoney dan sebagainya. Dan lagi mereka sudah tidak menggunakan uang cash dalam setiap transaksi,” kata dia.

Sebagai anggota DPRD Jateng tentunya ia berharap banyak Bank Jateng maupun bank perkreditan milik Pemprov Jateng segera membangun jaringan digitalnya. Infrastruktur cukup besar namun hasilnya yang didapatkan nanti akan jauh lebih besar.

“Maka dari inilah Komisi C merekomendasikan kepada Bank Jateng, BPR untuk menggunakan digital money dan juga digital market untuk mesejahterakan masyarakat Jateng untuk menekan angka kemiskinan di Jateng,” ucapnya.(Advetorial-HS)

Pamit ke Ganjar, Tim Sepak Bola Putri Soina Jateng Tegetkan Juara di Thailand

Jaga Stabilitas Harga Bahan Pangan, Pemkot Semarang Gelar Operasi Pasar di Tujuh Kelurahan