in

Quest Hotel Simpanglima Semarang Gelar Tea Mixology Workshop and Bar Take Over with Cakra Virajati

Master Teh Indonesia, Cakra Virajati menunjukan hasil racikan teh.

HALO SEMARANG – Untuk mengenalkan trend baru dalam penyajian teh, Quest Hotel Simpanglima Semarang akan menggelar acara bertajuk “Tea Mixology Workshop and Bar Take Over with Cakra Virajati” di Restoran Cosmo hotel Jalan Plampitan Semarang No 37-39 Semarang, Sabtu (29/10/2022).

Dalam acara tersebut pihak hotel menggandeng Cakra Virajati, seorang master teh Indonesia yang telah memenangkan berbagai kompetisi teh bergengsi. Seperti Tea Mocktail Master Competition 2019, Tea Master Cup Indonesia 2019 dan Indonesia Tea Brewing Championship 2019 di event SIAL Interfood 2019.

Marketing Communication Quest Hotel Simpanglima Semarang, Ari Gunarso mengatakan, ternyata teh juga bisa dikreasikan menjadi minuman yang kekinian.

“Siapa bilang penyajian teh tak bisa dikreasikan? Tea Mixology adalah salah satu bukti kalau teh sangat mungkin dikombinasikan dengan bahan lain untuk menciptakan rasa baru. Teh pun bisa disajikan dengan kreatif kekinian. Sehingga kami mengadakan acara Tea Mixology untuk lebih mengenalkan tren baru ini ke masyarakat,” terangnya, Rabu (26/10/2022).

Dalam Tea Mixology ini, lanjut Ari, Cakra Virajati akan mempertontonkan keahliannya dalam meracik beragam minuman yang berbahan dasar teh. Rencana adapula Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, juga akan hadir dan berkolaborasi dengan Cakra Virajati meramu Tea Mixology,” imbuhnya.

Ditambahkan Ari, bagi pengunjung yang ingin mengikuti tea mixologi akan dikenakan biaya dengan harga Rp 199.000. “Dengan harga tersebut, para tamu dan peserta sudah bisa mengikuti tea mixology dan mendapatkan sertifikat, souvenir dan minuman spesial hasil racikan Cakra Virajati. Acara akan dimulai pukul 18.30 WIB. Dan untuk informasi dan reservasi bisa langsung menghubungi nomor 024 3520808 atau 0813 9249 6982,” pungkasnya.(HS)

Cegah Post Power Syndrome bagi ASN Pensiun, Sekda Kendal: Wirausaha Solusinya

Heri Pudyatmoko: Ancaman Resesi Tak Bisa Disepelekan