in

Bankeu Rp 34 Miliar dari Pemkab Bojonegoro Untuk Bangun Jalan Perbatasan Menuju Bandara Ngloram

Bupati Blora Arief Rohman menyerahkan potongan tumpeng kepada Bupati Bojonegoro Jawa Timur, setelah upacara HUT Bojonegoro. Kunjungan Bupati Blora ke wilayah itu, adalah dalam rangka kerja sama pembangunan daerah, terutama jalan dari Bojonegoro, Jawa Timur menuju Bandara Ngloram di Cepu. Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, berikan bantuan keuangan (bankeu) kepada Pemkab Blora sejumlah Rp 34 miliar.

Dana itu akan digunakan untuk membangun sejumlah ruas jalan penghubung jembatan terusan Bojonegoro – Blora (TBB) menuju Bandara Ngloram, Cepu.

Hal itu disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman, ketika menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama kerja sama antardaerah Grebang Ratubangnegoro Kertowilangan, di Pendopo Malowopati Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, baru-baru ini.

Penandatanganan kesepakatan bersama tentang kerja sama antardaerah Grebang Ratubangnegoro Kertowilangan, bertepatan dengan peringatan HUT Ke-345 Bojonegoro.

Grebang Ratubangnegoro Kertowilangan meliputi wilayah Gresik, Jombang, Blora, Tuban, Rembang, Bojonegoro, Mojokerto, Mojokerto Kota, Ngawi, Lamongan, dan Nganjuk,

Arief Rohman menjelaskan, bankeu tersebut diberikan melalui Perubahan APBD Bojonegoro 2022.

Setelah penyerahan bantuan, dana tersebut langsung diproses penggunaannya untuk membangun sejumlah jalan akses penghubung jembatan Terusan Bojonegoro – Blora (TBB) menuju Bandara Ngloram.

“Ada empat atau lima ruas jalan yang akan dibangun dengan bankeu Bojonegoro tersebut. Semuanya merupakan akses jalan menuju Bandara dari TBB Ngraho. Sehingga nantinya warga Bojonegoro ketika akan ke Bandara akan lebih nyaman,” kata Arief Rohman.

Dalam kesempatan itu, Bupati Arief Rohman menuturkan, awal dari pemberian bantuan ini adalah ketika dia berkonsultasi dengan Kementerian Setneg, terkait permohonan pembangunan akses menuju Bandara Ngloram dari TBB yang belum sepenuhnya bagus.

Saat itu Arief menyampaikan bahwa Pemkab Blora tidak memiliki kemampuan anggaran APBD untuk membangun jalan tersebut. Oleh Kementerian Setneg, Pemkab Blora disarankan untuk bekerja sama dengan kabupaten sekitar.

“Selain kerja sama pembangunan infrastruktur, kita juga ke depan ingin mengembangkan kerja sama pembangunan ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Apalagi kini wadah kerja sama nya tidak hanya wilayah Ratubangnegoro saja, meluas menjadi Grebang Ratubangnegoro Kertowilangan,” tambah Bupati Arief.

Atas digulirkannya bantuan keuangan (bankeu) kepada Kabupaten Blora senilai Rp 34 miliar untuk pembangunan infrastruktur ini, Bupati Blora Arief Rohman, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah dan DPRD Bojonegoro.

“Kerja sama pembangunan daerah dengan kabupaten perbatasan terus kami bangun. Seperti halnya melalui MoU Grebang Ratubangnegoro Kertowilangan ini, kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro, baik eksekutif maupun legislatif, yang telah memberikan bankeu sejumlah Rp 34 miliar untuk pembangunan infrastruktur Kabupaten Blora,” kata Bupati Arief.

Dalam kesempatan itu, Bupati Arief Rohman juga menyerahkan tumpeng spesial dari Blora, untuk Bupati Bojonegoro, yang baru saja memimpin Upacara Hari Jadi Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah mengucapkan terima kasih kepada Bupati Blora, yang telah hadir langsung mengikuti penandatanganan MoU tentang kerja sama Grebang Ratubangnegoro Kertowilangan, dan menyerahkan tumpeng Hari Jadi Bojonegoro.

“Matur nuwun Pak Bupati Blora. Ini kita habis upacara malah sarapan tumpengnya Pak Bupati dari Blora. Ke depan kerja sama antardaerah bisa terus kita kembangkan bersama. Tidak hanya bidang infrastruktur, namun juga bisa perihal penggunaan produksi dalam negeri atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Apalagi setiap daerah kini mulai memiliki e katalog tentang produk lokalnya,” ungkap Bupati Anna.

Dikatakan Bupati Bojonegoro, apa yang dimiliki wilayahnya belum tentu dimiliki Blora, begitu juga yang dimiliki Blora belum tentu dimiliki Bojonegoro.

“Belum nanti ada Tuban, Rembang, Ngawi, dan lainnya. Kita harus saling bekerja sama agar TKDN ini bisa kita tingkatkan sesuai arahan Pak Presiden,” kata Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah. (HS-08).

Hujan Deras Mengakibatkan Banjir dan Longsor di Wilayah Kendal

Pembangunan Pasar Hewan Pamotan Masuki Tahap Pengadaan Lahan