HALO KENDAL – Hujan deras yang terjadi sejak siang, mengakibatkan beberapa wilayah permukiman warga di Kabupaten Kendal terendam banjir, Jumat (21/10/2022).
Bukan hanya permukiman warga, jembatan penghubung antardesa juga dikabarkan hanyut terbawa arus limpasan banjir yang deras.
Beberapa wilayah yang terendam banjir, di antaranya Desa Manggungsari, Kecamatan Weleri, Desa Tejorejo dan Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, Desa Puguh dan Pesawahan, Kecamatan Pegandon, dan beberapa desa yang berada dekat aliran sungai.
Diperkirakan, ribuan rumah warga terendam banjir dikarenaka ketinggian airnya mencapai satu meter.
Hal tersebut mengakibatkan, jembatan utama penghubung antardesa di Kedungasri, Kecamatan Ringinarum hanyut akibat banjir.
Selain itu, aliran Kali Bodri, Kali Bulanan, serta sungai di aliran Juwero juga memiliki debit air yang cukup tinggi.
Danramil Ringinarum, Kapten Kav Sujatmiko mengatakan, banjir terjadi akibat terjadinya hujan dengan intensitas lebat dan sedang, sekira pukul 15.00 – 18.00 WIB, dan mengakibatkan banjir limpas irigasi di Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum.
Tercatat 700 lebih rumah di Desa Tejorejo terendam banjir. Rumah warga yang paling banyak terdampak banjir di Duaun Sono dengan 280 rumah. Sedangkan yang sedikit di Dusun Nglumbu dengan 47 rumah.
“Pada pukul 15.30 WIB Kondisi air di sekitar rumah warga 80- 100 Cm namun pada pukul 18.50 WIB kondisi air di sekitar rumah warga sudah berangsur-angsur surut dengan penurunan yang signifikan,” terang Kapt Kav Sujatmiko.
Sementara itu, hujan juga mengakibatkan tanah longsor di jalan penghubung antara Dusun Banyuwindu menuju jalan Dusun Jogaten, Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan. Longaor terjadi pada bahu jalan sepanjang 15 meter dengan kedalaman 7 meter.
Danramil Limbangan, Kapten Inf Aziz mengatakan, hujan di Limbangan terjadi ada pukul 12 30 – 16.30 WIB, dengan intensitas ringan sedang hingga lebat.
“Sekitar pukul 15.30 WIB, jalan penghubung antara Dusun Banyuwindu menuju Dusun Jogaten dengan kondisi tanah yang gembur dan berada pada sisi tebing, tidak kuat menahan gerusan air hujan sehingga terjadi tanah longsor pada bahu jalan,” bebernya.
Kapt Inf Aziz menambahkan, kondisi saat ini untuk kendaraan roda dua masih bisa melintas, namun untuk kendaraan roda empat ditutup sementara oleh warga.
“Karena dikhawatirkan jalan tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas, dan bisa mengakibatkan longsor susulan,” imbuhnya.
Sementara banjir di beberapa wilayah dikabarkan sudah mulai surut. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian banjir tersebut.(HS)