HALO SEMARANG – Francesco ‘’Pecco’’ Bagnaia dan Enea ‘’Bestia’’ Bastianini menjadi protagonis dalam dua balapan terakhir pada MotoGP musim 2022.
Pada Grand Prix (GP) San Marino dan GP Aragon, keduanya terlibat dalam duel seru satu lawan satu.
Di San Marino, Pecco yang menang, sedangkan Bestia membalasnya di Aragon, 18 September lalu.
Sukses dua pembalap Ducati itu membuktikan mereka jauh di depan tim lain.
Pecco dan Bestia musim depan akan berada di tim pabrikan Ducati.
Pada musim ini Bagnaia sudah di skuad pabrikan.
Sementara Bastiani membela tim satelit Gresini Racing.
Saat ini Pecco menggunakan motor terbaru Desmosedici GP22, sedangkan Bestia dipersenjatai Desmosedici GP21, motor tahun lalu dengan sejumlah pembaruan.
Nadia Padovani, kepala tim Gresini Racing, menilai rivalitas Bagnaia dan Bastianini bakal menghidupkan kembali persaingan sengit yang dirindukan MotoGP.
Istri mendiang Fausto Gresini itu tak segan membandingkan keduanya dengan rivalitas klasik antara Valentino Rossi dan Max Biaggi atau Rossi versus Sete Gibernau.
‘’Saya berharap persaingannya sehat dan spektakuler. Publik ingin melihat duel-duel seperti ini,’’ tutur Padovani seperti dilansir dari Corsedimoto.
Dalam klasemen sementara pembalap, Bagnaia berada di posisi kedua dan hanya tertinggal 10 poin di belakang peringkat pertama Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).
Mengenai strategi team order yang dicanangkan bos-bos Ducati, Nadia tak sependapat.
Menurut dia, tidak mudah bagi Gresini untuk mengalah.
Apalagi secara matematis Bastianini masih punya peluang untuk menjadi juara dunia MotoGP.
‘’Jika tersisa dua balapan lagi dan tidak ada lagi peluang untuk finis lebih tinggi dari peringkat ketiga atau kedua, kami akan membantu,’’ tegas Padovani.
Dia memahami Ducati sangat memerlukan titel juara dunia pembalap.
Pembalap Ducati yang bisa berjaya cuma Casey Stoner pada musim 2007. (HS-06)