HALO REMBANG – Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang membutuhkan bantuan dana dari pemerintah daerah, untuk mendukung operasional lembaga tersebut. Selama ini operasional dewan pendidikan, ditopang oleh dana peribadi.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang, Cholid Suyono setelah bertemu Bupati Rembang, Abdul Hafidz, baru-baru ini di ruang Bupati.
Cholid Suyono mengatakan dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang 30 menit itu, pihaknya menyampaikan berbagai persoalan di dunia pendidikan, termasuk operasional Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang.
Menurut dia, tantangan dunia pendidikan ke depan akan semakin kompleks. Hal itu juga harus diikuti oleh Dewan Pendidikan Rembang, agar dunia pendidikan di wilayah itu dapat semakin maju.
Namun demikian, lembaga ini juga memerlukan dana untuk menopang pergerakannya.
Anggaran tersebut bisa berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) seperti di sejumlah Kabupaten Kota wilayah Solo Raya.
“Di Kabupaten-kabupaten lain, Solo raya misalnya, itu ada Dana operasional dewan pendidikan. Dana itu dikelola bersama di dinas pendidikan, atau terserah bupati ditempatkan di mana,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.
Dana operasional itu nantinya diberikan setiap bulan. Besarannya tak terlalu besar, pada kisaran Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.
“Organisasi ini bisa berjalan maksimal perlu ada staf yang membantu dalam pengelolaan administrasi. Nah staf ini perlu anggaran honor, anggaran kantor dan lain sebagainya, untuk itu kami memohon kepada pak Bupati ada anggaran operasional untuk dewan pendidikan di ke depannya,” kata dia.
Selama ini Dewan Pendidikan menggunakan dana pribadi untuk kegiatan- kegiatan mereka. Terlebih dalam beberapa kesempatan Dewan Pendidikan Kabupaten menghadiri undangan di luar kota.
Dewan pendidikan sendiri terdiri atas 11 orang , mereka memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Mereka bertugas membantu Dinas Pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten.
Seperti dalam waktu dekat ini akan menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk para guru dan pengelola pendidikan kaitannya dengan implementasi kurikulum Merdeka.
Terkait hal tersebut di atas, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyambut baik usulan adanya dana operasional Dewan Pendidikan. Jika tidak memungkinkan pada tahun 2023, maka dana operasional tersebut akan dianggarkan pada 2024.
“Bupati sangat mendukung, peduli dan terbuka, siap berdiskusi. Untuk fasilitasi anggaran kalau bisa 2023, kalau tidak bisa 2024, ” tandasnya. (HS-08)