HALO SEMARANG – DP Mal Semarang yang berada di Jalan Pemuda, kini tengah diremajakan. Pembenahan telah dilakukan sejak 2019 lalu dan terus berlanjut hingga sekarang.
Bahkan dalam waktu dekat ini akan ada sejumlah tenant fashion dan kuliner yang belum ditemukan di mal lain di Kota Atlas. Diharapkan dengan adanya penambahan tenant dan dengan konsep yang lebih segar ini DP Mal Semarang bisa terus eksis dan tak hanya sebagai pusat perbelanjaan saja, namun dijadikan alternatif tempat masyarakat untuk berlibur dengan nyaman menikmati waktu bersantai atau leasure bersama keluarga dan bertemu rekan bisnis di mal.
General Manager DP Mal Semarang, Antonius Agus Budiawan menjelaskan, 2019 lalu dilakukan peremajaan. Dalam tampilan DP Mal pun makin segar.
“Sehingga nantinya di mal ini tidak hanya untuk pusat berbelanja saja, namun bisa dijadikan tempat liburan dan bersantai atau leasure bagi masyarakat. Disini mereka nongkrong bersama keluarga menikmati waktu libur, sampai menjadi tempat yang enak untuk bertemu dengan rekan bisnisnya,” tuturnya di sela-sela Update Projects Sinar Mas Land di Hotel Room Inc Semarang, Selasa (6/9/2022).
Dijelaskan Anton, untuk tingkat kunjungan mal pada saat itu naik diangka 95 persen.
“Tapi tidak lama kemudian langsung dipukul pandemi dan terpaksa mal harus ditutup sementara. Hanya tenant farmasi dan makanan saja yang boleh buka. Sekarang sudah bebas dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tingkat kunjungan DP Mal Semarang mulai membaik,” katanya.
Dari data, tingkat kunjungan di DP Mal pada 2022 sudah mencapai 80 persen. Untuk hari kerja sebanyak 17 ribu pengunjung, dan akhir pekan mencapai 21 ribu orang.
“Memang belum setinggi sebelum pandemi. Karena mungkin masyarakat sudah terlalu nyaman dengan yang serba online. Kalau kunjungan rata-rata sebelum pandemi pada hari kerja mencapai 20 ribu dan pada akhir pekan mencapai 25 ribu,” paparnya.
Lebih lanjut, Anton menambahkan, ada sekitar 115 brand yang sudah mengisi pusat perbelanjaan di Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Semarang ini. Yakni dengan komposisi tenant food and beverage mencapai 35-40 persen, di luar nonfood and beverage mencapai 50 persen dan entertainment, dan sisanya diisi playground and kids.
“Sebentar lagi, akan ada sejumlah tenant baru yang belum ditemukan di kompetitor. Ada fashion dan toko roti ternama pastinya,” pungkasnya. (HS-06)