HALO SEMARANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani, menekankan pentingnya kesetaraan, kebebasan, dan demokrasi, saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022, Selasa (16/8/2021), di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta Pusat.
Dia megatakan, demokrasi di Indonesia berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, yaitu suatu pelaksanaan permusyawaratan dan perwakilan rakyat, yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan, yang menjangkau untuk seluruh rakyat Indonesia, yang memiliki keberagaman suku, bahasa, agama, keyakinan, budaya dan karateristik wilayah.
Dengan demokrasi yang berlandaskan Pancasila, setiap kebijakan negara diarahkan untuk mempersatukan seluruh komponen bangsa Indonesia, sehingga dapat melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan seluruh rakyat, mencerdaskan kehidupan seluruh anak bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
“Demokrasi adalah alat untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Pemilu merupakan upaya untuk menyempurnakan demokrasi,” kata dia.
Oleh karena itu, dalam membangun peradaban demokrasi di Indonesia agar semakin maju; maka diperlukan Pelaksanaan Pemilu yang berkualitas; dibutuhkan Partai Politik peserta Pemilu yang semakin maju dalam mengartikulasikan kepentingan rakyat dan senantiasa memegang teguh komitmennya untuk menjaga dan mengawal Pancasila serta memperkukuh Persatuan Bangsa.
Pelaksanaan Pemilu Legislatif, Presiden dan Pilkada Serentak akan dilaksanakan pada tahun 2024. Tahapan Pemilu sudah dan sedang dijalankan oleh KPU. Menjadi komitmen kita bersama, untuk menjadikan Pemilu 2024 sebagai Pemilu yang demokratis, jujur, adil dan bermartabat.
“Kita semua dapat merasakan, bahwa tahun politik sepertinya datang lebih awal. Perbincangan tentang suksesi kepemimpinan nasional, menjadi topik di media sosial hingga warung-warung kopi di penjuru negeri,” kata dia.
Fakta ini tentu menggembirakan, sebab masyarakat kita sudah dewasa dalam menghadapi perbedaan pilihan politik. Sejak pemilu demokratis kembali digelar pada tahun 1999, masyarakat sudah mengajarkan kepada kita semua bagaimana menyikapi perbedaan dalam politik.
Kita tentu paham kapan waktu bertanding, dan kapan waktu bersanding. Marilah kita bangun komitmen bersama untuk melaksanakan pesta demokrasi dengan aman, damai, bersuka ria dan tanpa memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Di dalam negara demokratis, terdapat ruang partisipasi rakyat. Negara memastikan ruang partisipasi rakyat tersebut dapat terselenggara dengan baik dan tidak tak terbatas. Demokrasi menjamin partisipasi warga bangsa dalam mengartikulasikan hak politik, hak sosial, hak budaya dan hak ekonomi.
“Bahkan juga memberikan ruang artikulasi kaum perempuan dalam segala bidang. Menyertakan perempuan dalam setiap jabatan bukan sebagai kebijakan afirmatif, akan tetapi merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia,” kata dia.
Perempuan Indonesia telah banyak aktif dan mengambil peran yang strategis di segala bidang: ekonomi, sosial, politik, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, riset, dan lain sebagainya.
Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayapnya sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya.
“Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali,” kata dia.
Inilah semangat yang juga harus kita tanamkan bersama dalam membangun kehidupan demokrasi di Indonesia, di mana perempuan dan laki-laki dalam harkat, martabat, kemajuan dan kesejahteraaan yang sama.
Demokrasi bukanlah kebebasan tak terbatas. Batas dari hak setiap warga bangsa di dalam negara demokratis adalah menjamin hak warga bangsa yang lain sama pentingnya; hak warga bangsa dibatasi oleh hak warga bangsa yang lainnya.
Oleh karena itulah peran Negara diperlukan untuk menjamin hak berdemokrasi yang sama bagi semua warga bangsa; hak mendapatkan rasa aman yang sama bagi semua warga bangsa; hak untuk hidup tentram yang sama bagi semua warga bangsa.
“Inilah tugas kita bersama, untuk membangun peradaban demokrasi yang memuliakan nilai kemanusiaan dan menjaga martabat bangsa,” kata dia. (HS-08)