in

Upaya Melestarikan Tradisi Kesenian Barongan

Pertunjukan seni barongan di Deaa Purwokerto, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Minggu (31/7/2022).

KESENIAN Barongan merupakan salah satu jenis kesenian tradisional khas masyarakat Jawa dan Bali yang berkembang di wilayah Jawa Tengah dan Bali, namun berasal-usul dari daerah Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur. Kesenian ini biasanya juga dilengkapi dengan iringan instrumen gamelan (seperangkat alat musik) yang berirama rancak. Sejak tahun 2011 kesenian Barongan ini telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda khas Indonesia.

Sebagai upaya melestarikan seni tradisi Barongan, warga Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal menggelar pentas perdana kesenian Barongan, di Lapangan Desa setempat, Minggu (31/7/2022). Dalam pagelaran tersebut tampil grup kesenian tradisional Singo Barong Budoyo Nakulo Mudho (BNM) Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon yang beranggotakan 50 personel.

Ketua Panitia Penyelenggara Munaroh, yang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Purwokerto, Kecamatan Patebon, sangat mendukung dengan bangkitnya Group Singo Barong Budoyo Nakulo Mudho.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini, karena sebagai wujud pelestarian budaya, sekaligus menanamkan cinta kesenian lokal kepada generasi muda desa kami,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Munaroh, sebagian besar anggotanya anak-anak muda, sehingga kesenian tradisional akan tetap lestari. “Ini kan salah satu budaya yang ada di Indonesia. Tentunya karena para pemainnya juga dari anak-anak, maka ke depannya supaya kebudayaan ini bisa terus ada dan semakin berkembang,” harapnya.

Sementara, Pembina group Singo Barong BNM, Solikin mengatakan, group Singo Barong ini lebih banyak merekrut anak-anak muda, mulai dari SD dan SMP. Karena tujuannya untuk melestarikan budaya tradisional. Dijelaskan Group Singo Barong BNM dalam pentas perdana ini menyajikan permainan tari barong, jaran kepang, burok, dan dawangan.

“Moment satu suro yang bersamaan dengan acara Sedekah Bumi, kegiatan semacam ini bisa bangkit kembali. Apalagi setelah beberapa tahun vakum, karena keterbatasan peralatan,” ujar Solikin.

Dirinya juga mengungkapkan, dengan support dari pihak desa, Grup Singo Barong BNM bisa tampil lagi di acara Sedekah Bumi desa setempat.

“Kami munculkan lagi group yang lama, yang tujuan ke depan untuk mengarahkan generasi muda, terutama anak-anak SD sama SMP supaya bisa meneruskan kesenian tradisional ini, ” ungkapnya.

Salah pelaku kesenian, Muhammad Setiawan (13), yang masih duduk di SMP, mengaku senang dengan kesenian tradisional seperti barongan dan kuda lumping.

“Saya mengikuti kesenian sejak duduk di sekolah dasar. Selain karena suka dengan kesenian ini, juga karena hobi,” ujarnya.(HS)

Terkait Potensi Tsunami di Cilacap, Ini Penjelasan dari BMKG

Bupati Semarang Resmikan Gedung TK Islam Izzatul Islam Getasan