HALO SEMARANG – Universitas Semarang (USM) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Pengurus Wilayah Jawa Tengah menjalin kerja sama guna memupuk hubungan kelembagaan dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Rektor USM Dr Supari MT dan Ketua IPPAT Prof Dr Widhi Handoko SH Sp N di kantor IPPAT Jatingaleh Semarang.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III USM, Dr Muhammad Junaidi MH, Wakil Ketua Bidang protokoler IPPAT, Dr Rika Budi Antawati SH MKn, Sekretaris dan Bendahara IPPAT, Al Halim SH MKn MH, dan Dr Nani Pudjiastuti SH MKn.
Maksud dari kesepakatan bersama ini adalah untuk mewujudkan peran serta kedua belah pihak guna meningkatkan serta memupuk hubungan kelembagaan dan kemitraan. Serta saling membantu antara USM dan IPPAT dalam melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang kenotariatan dan pertanahan.
“Tujuan Kesepakatan Bersama ini adalah meningkatkan pengembangan kerja sama di bidang kenotariatan dan pertanahan melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan memanfaatkan sumber daya kedua belah pihak berlandaskan keadilan, kesetaraan, dan simbiosis mutualisme. Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian dan publikasi, pengabdian kepada masyarakat. Lalu, peningkatan kualitas SDM, dan kegiatan lainnya yang disepakati oleh para pihak, yang kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja sama,” kata Rektor USM Dr Supari, Minggu (12/6/2022).
Dikatakan, USM saat ini genap berusia 35 tahun. Dengan 400 lebih dosen dan hampir 20 ribu mahasiswa, USM berusaha berkontribusi mencerdaskan anak bangsa.
“Di usa yang ke-35 ini USM memberikan beasiswa 35 kepada calon mahasiswa di luar beasiswa atlet. Kami juga membuka seluas-luasnya untuk menjalin kerja sama. Mahasiswa bisa menjadi agen perubahan nasional. Pada Kamis (9/6/2022-red) lalu kami resmikan temuan dosen Teknik Sipil dengan berkolaborasi dengan Wali Kota Semarang meresmikan pipa resapan horizontal di Kelurahan Jabungan Banyumanik,” ungkap Dr Supari.
“Dengan kerja sama ini mahasiswa USM bisa magang di IPPAT sesuai dengan kurikulum MBKM,” lanjutnya.
Sementara Ketua IPPAT Jateng, Prof Widhi mengatakan, apresiasi atas kehadiran Rektor USM dalam acara ini. “Selain kegiatan yang berbasis pekerjaan, kami juga melakukan penyuluhan-penyuluhan hukum. Termasuk urusan pertanahan dan banyak masyarakat yang belum paham terkait masalah pertanahan. Kami siap bekerja sama dengan USM untuk praktik langsung untuk memberikan penyuluhan dan masyarakat bisa tanya langsung. Lalu kami berikan solusi dan ini bagian tugas yang diamanatkan kepada kami dalam undang-undang,” sambung Prof Widhi.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan kesepahaman bidang kemahasiswaan dan alumni USM dengan Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah tentang pembinaan dan pengembangan keolahragaan mahasiswa dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Provinsi Jawa Tengah.(HS)