in

Pemkab Batang Berharap 492.780 Warga Kurang Mampu di Wilayahnya Dapat Bantuan STB dari Kemenkominfo

Pemkab Batang mengikuti Sosialisasi Analog Switch Off (ASO), yang digelar Kementerian Kominfo, secara virtual, dari Ruang Analitic, Diskominfo Kabupaten Batang, Jumat (3/6/2022). (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang mengharapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, akan memberikan bantuan set top box gratis, untuk semua warga kurang mampu di wilayahnya, yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Hal itu disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Batang, Triossy Juniarto, setelah mengikuti Sosialisasi analog switch off (ASO) atau penghentian siaran televisi analog, secara virtual dari Ruang Analitic, Diskominfo Kabupaten Batang, Jumat (3/6/2022).

“Berdasarkan DTKS dari Dinas Sosial , warga yang berhak menerima STB sebanyak 492.780 orang,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Namun demikian, Triossy Juniarto belum bisa memastikan jumlah STB yang akan diberikan, karena hal itu merupakan wewenang Pemerintah Pusat.

“Pemerintah telah menyiapkan 1 juta STB untuk masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Karena itu dalam waktu dekat, pihaknya akan mengirimkan DTKS tersebut ke Kemenkominfo RI, agar dapat dijadikan acuan pemberian bantuan STB.

“DTKS itu supaya menjadi acuan bagi Kemenkominfo, untuk mengalokasikan STB kepada warga Batang. Semoga bisa terpenuhi, semua warga yang terdata di DTKS mendapat STB gratis,” tegasnya.

Sementara itu dalam rangka ASO, Diskominfo Batang juga tengah menyiapkan langkah sosialisasi, untuk mendukung migrasi dari siaran analog ke digital. Sosialisasi dilakukan, antara lain dengan membuat Iklan Layanan Masyarakat (ILM), yang disiarkan melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abirawa FM. Selain itu juga infografis, melalui berbagai platform digital dan media lainnya.

Dia mengharapkan, ketika seluruh siaran televisi analog dimatikan pada November 2022 nanti, semua warga masyarakat sudah beralih ke siaran digital. Bagi warga yang sudah memiliki televisi digital, bisa langsung menyesuaikan tanpa menggunakan set top box.

Adapun warga yang masih menggunakan televisi analog, memang harus menggunakan set to box. Bagi warga yang tergolong ekonomi menengah ke atas, dapat membeli secara pribadi peralatan tersebut.

“Di pasaran harga satu unit STB berkisar Rp 200 ribu,” ujar dia.

Sementara itu, menurut Penyuluh Sosial Muda Dinas Sosial Batang, Asmo Widodo, jika Kemenkominfo RI hanya menyediakan 1 juta STB untuk warga kurang mampu di seluruh Indonesia, maka dia memperkirakan jumlah itu tidak akan cukup.

Untuk Kabupaten Batang saja, jumlah warga kurang mampu yang masuk DTKS mencapai hampir setengah juta keluarga. Belum lagi untuk kabupaten dan kota lain.

Namun demikian dia menyatakan Pemkab Batang akan menyalurkan berapa pun bantuan STB yang diterima. “Ya jadi kita mengalir saja, berapa unit yang diterima dari pusat akan kita bagi ke kecamatan atau desa,” tandasnya. (HS-08)

Wahana Permainan di Semarang Ambruk, Polisi Lakukan Penyelidikan

Berada di Persimpangan Jalan