in

Jateng Masuk Provinsi dengan Jumlah Peserta PPG Terbanyak yang Dibiayai APBN dan APBD

Wamenag Zainut Tauhid Saadi beri tanda mata pada pemda peduli guru PAI, di Bali, Jumat (20/5/2022). (Foto : Kemenag..go.id)

 

HALO SEMARANG –Jawa Tengah masuk dalam daftar wilayah dengan jumlah peserta Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam (PPG GPAI) terbanyak, yang dibiayai APBN dan APBD.

Menurut data yang disasampaikan Kementerian Agama melalui kemenag.go.id, di Jawa Tengah terdapat 1.247 peserta PPG PAI, lebih banyak dibanding Jawa Timur sebanyak 1.069 peserta, namun masih di bawah Jawa Barat dengan 1.327 peserta.

Wakil Menteri Agama,  Zainut Tauhid Saadi mengatakan, Direktorat Pendidikan Agama Islam (Dit.PAI)  Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), Kemenag memberikan tanda mata kepada Pemerintah Daerah (Pemda), yang peduli dan berkomitmen mendukung pelaksanaan program Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam (PPG GPAI).

Kepedulian dan komitmen ini, diwujudkan dalam bentuk pemberian dana hibah untuk proses pelaksanaan PPG bagi guru PAI yang lulus seleksi.

Zainut Tauhid Saadi mengatakan pelaksanaan PPG GPAI membutuhkan komitmen semua unsur baik dari tingkat pusat, daerah, sampai tingkat satuan pendidikan. Untuk itu, kesepahaman antarseluruh stakeholder dalam penyelenggaraan sangat diperlukan.

“Kementerian Agama memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Kepala Daerah yang selama ini telah berkontribusi dalam mendukung program PPG GPAI,” tegas Zainut di Bali, Jumat (20/5/2022).

“Kontribusi ini sebagai upaya mempersiapkan guru PAI yang lebih kompeten di bidangnya serta memiliki kompetensi lebih sebagai tenaga pengajar,” sambungnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani memaparkan, berdasarkan data Direktorat PAI, saat ini masih ada 130.089 guru PAI yang belum mengikuti PPG. Sementara itu, kuota yang tersedia rata-rata berkisar 5.000 orang per tahun. Artinya, Kementerian Agama membutuhkan waktu lebih dari 26 tahun untuk menuntaskan semuanya.

“Tanpa ada berbagai kesiapan serta percepatan dukungan kebijakan dan anggaran, kondisi tersebut bisa menjadi masalah tersendiri yang kian membesar,” terangnya.

Sampai saat ini, lanjut Dhani, sejumlah Pemerintah Daerah telah menyatakan kesiapan membantu pembiayaan PPG GPAI Tahun 2022. Menurutnya, dengan adanya peserta yang dibiayai Pemda, maka lebih banyak lagi guru PAI yang bisa terakomodir tahun ini.

“Saat ini, sudah ada 127 Pemda yang mendukung pelaksanaan PPG GPAI di Indonesia. Adapun penyuplai dana terbesar pelaksanaan PPG GPAI adalah Pemkab Bogor,” jelas Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Adapun kabupaten dan kota yang mendapat tanda mata dari Kementerian Agama, untuk kategori peserta PPG terbanyak yang dibiayai APBD, adalah Kabupaten Bogor, 249 peserta; Kabupaten Sukabumi, 138 peserta, dan Kabupaten Pamekasan, dengan 99 peserta.

Untuk provinsi dengan peserta PPG terbanyak yang dibiayai APBD adalah Provinsi Sumsel, 177 peserta; Provinsi Kepri, 52 peserta, dan Provinsi Kalimantan Timur, 51 peserta

LPTK Pengelola Peserta Terbanyak adalah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 610 peserta dan LPTK Penyelenggara PPG PAI dengan Kelulusan Peserta Tertinggi, adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Muhammad Ali Ramdhani menambahkan pada tahun 2021, terdapat 7 Pemerintah Provinsi dan 110 Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PPG PAI 2021.

Total anggaran mencapai Rp15.875.000.000 untuk 3.175 Guru Peserta PPG. Jumlah ini terdiri atas bantuan Pemprov untuk 359 Guru dengan anggaran Rp1.795.000.000,- dan bantuan Pemda/Pemkot untuk 2.816 Guru dengan total anggaran Rp14.080.000.000,-.

“Pemerintah kabupaten dan kota pemberi kontribusi terbesar PPG PAI 2021 adalah Pemerintah Kabupaten Bogor dengan hibah Rp1.245.000.000 untuk 249 Guru dan Pemerintah Provinsi pemberi kontribusi terbesar adalah Provinsi Sumatera Selatan dengan hibah Rp885.000.000,- untuk 177 orang Guru,” jelas Ramdhani. (HS-08)

Tingkatkan Kompetensi SDM Era Society 5.0, Sahabat Ganjar Adakan Lomba Kejuruan TKJ Tingkat SMK Se-Solo Raya

Bertemu Menag Yaqut, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Sebut  Indonesia Dapat Tempat Istimewa