HALO JEPARA – Beragam upaya dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, untuk mengembangkan Museum RA Kartini. Upaya tersebut antara lain standarisasi fisik bangunan, sertifikasi profesi kurator dan edukator, serta menyusun kembali masterplan museum.
Hal itu disampaikan Kepala Disparbud Jepara, Zamroni Lestiaza, dalam program dialog di Radio Kartini Jepara, Rabu (20/4/2022).
“Secara prinsip kami terus melakukan pembenahan-pembenahan,” kata dia, seperti dirilis Jepara.go.id.
Lebih lanjut dikatakan, Museum RA Kartini menjadi rumah, bagi peninggalan sejarah pejuang emansipasi wanita. Museum sekaligus objek wisata di sebelah utara alun-alun ini, dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jepara.
Museum RA Kartini didirikan pada 30 Maret 1975, atas usulan wakil rakyat kala itu dan bantuan dari Presiden Soeharto. Tujuannya untuk mengenang jasa serta pengabdian sang pelopor kebangkitan perempuan pribumi nusantara.
“Sebagai wahana edukasi, memamerkan peninggalan dan karya dari RA Kartini,” kata dia.
Seperti halnya dengan museum lain, Museum RA Kartini juga menjadi tempat untuk penelitian ilmiah, suaka dan konservasi karya budaya, hingga menjadi objek pariwisata.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengemukakan adanya jumlah kunjungan wisata ke museum ini, terlebih pada saat Hari Kartini. Wisatawan juga banyak yang berkunjung ke Museum RA Kartini, karena Jepara merupakan tanah kelahiran pahlawan pejuang emansipasi perempuan itu.
Pada kesempatan yang sama, Lia Supardianik Pamong Budaya di Disparbud Jepara menambahkan, jika di museum ini memiliki kurang lebih 800 koleksi. Meski begitu tak semua koleksi dimuat dalam ruang pamer.
Sebab rencananya akan diadakan pameran secara berkala. Mulai dari ruangan Kartini dan keluarga, Sosrokartono kakak Kartini, Jepara kuno, dan ruang kerajinan.
“Kami juga telah menghadirkan tur virtual untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin mengunjungi museum, tapi terkendala tak bisa datang langsung,” imbuhnya.
Sementara itu, ketika halosemarang.id mencoba virtual gallery di “ruang” Dar Oes Salam, melalui laman museumkartini.id, terlihat beragam foto yang berkaitan dengan kehidupan RA Kartini, dipajang di “dinding” museum virtual tersebut.
Dalam citra tiga dimensi (3D) itu, antara lain dipajang foto andong kuno, pernak-pernik peralatan rumah tangga, seperti meja, kursi, hingga papan catur. Beberapa foto, ketika diklik, akan memuncukan informasi tentang nama benda tersebut.
Selain “ruang” 3D Dar Oes Salam, di laman tersebut juga terdapat ruang 3D 360, yang menampilkan berbagai foto benda. Beberapa foto, seperti gambar pistol kuno, ketika diklik menampilkan gambar 3D yang dapat berputar 360 derajat. (HS-08)