in

PAUD Inklusi Makin Dibutuhkan di Purworejo

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Purworejo, Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian, saat berkunjung ke Pos PAUD Inklusi Cinta Kasih Amalia, di Desa Wunut, Kecamatan Ngombol. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Keberadaan PAUD inklusi yang fokus pada pendidikan anak berkebutuhan khusus, semakin dibutuhkan masyarakat. Metode pembelajaran yang penuh kesabaran dan ketelatenan, menjadi kelebihan yang dimiliki PAUD inklusi dibandingkan PAUD lainnya.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Purworejo, Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian, mengatakan hal itu saat berkunjung ke Pos PAUD Inklusi Cinta Kasih Amalia, di Desa Wunut, Kecamatan Ngombol.

“Maka saya bangga PAUD ini sangat membantu mendidik anak berkebutuhan khusus menjadi mandiri, disiplin, dan menjadikan anak percaya diri. ABK tidak untuk dikucilkan, jangan disembunyikan, tapi harus di-support dan diberi pendidikan yang baik sesuai dengan kemampuannya,” kata Fatimah, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Sementara itu, penyelenggara PAUD Nurlina Sri Andalis, menjelaskan, PAUD inklusi menerapkan pencapaian target pada setiap masa pembelajarannya. Pada tiga bulan pertama, setiap anak diajari cara untuk saling menyapa guru dan teman sejawatnya.

“Lalu pada enam bulan terlihat sudah bisa berlatih belajar dengan menggunakan alat edukasi,” jelas Nurlina yang juga sebagai bidan Puskesmas.

Dikatakan, para peserta didik yang lulus akan memiliki bekal kemandirian, tidak minder, serta dapat hidup bersosialisasi dengan lingkungannya.

“Saya mendirikan PAUD inklusi ini harapannya bisa menyatukan ABK dengan anak-anak normal, supaya tidak ada pembedaan. Namun sampai saat ini, masih menemui kendala, karena ada yang belum mau belajar bersama dengan ABK,” ujar Nurlina.

Lebih lanjut,  siapapun bisa menjadi peserta didik PAUD inklusi. Tidak ada persyaratan khusus yang dikenakan kepada setiap calon peserta, termasuk pembatasan lokasi tempat tinggal peserta didik. Dengan begitu, peluang besar dimiliki oleh para orang tua yang memiliki ABK untuk menyekolahkan anak mereka. Saat ini, PAUD inklusi memiliki enam ABK yang berasal dari Ngombol dan Grabag, dengan dua orang guru. (HS-08)

Pimpin Rapat TEPRA, Bupati Kudus Minta Peningkatan Kinerja OPD

Purworejo Segera Miliki Terminal Bus Tipe A Terpadu