in

Sentuhan Empati Bupati Batang Sambangi Pedagang Relokasi Pujasera

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (peci hitam) memberikan bantuan kepada pedagang PKL di Pujasera Batang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG  – Bupati Batang M Faiz Kurniawan menunjukkan kepedulian pada para pedagang di Pujasera Batang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (6/8/2026), dengan menyambangi mereka.

Tak hanya pedagang lama. Dalam kunjungan itu, Faiz Kurniawan juga berdialog dengan pedagang baru yang semula berjualan di depan RSUD Kalisari Batang.

Bupati mengaku memahami betul dinamika perpindahan tempat usahanya para pelaku UMKM.

Maka dari itu, Faiz menyampaikan rasa empatinya, sekaligus menyerahkan bantuan langsung demi meringankan beban transisi para pedagang.

“Perpindahan lokasi berjualan merupakan hal yang berat bagi pedagang dan UMKM, maka dari itu untuk mengurangi beban mereka kita berikan bantuan masing-masing satu juta untuk tambahan modal,” kata dia, seperti dirilis batangkab.go.id.

Sedangkan untuk pedagang yang lama di Pujasera, jumlahnya sebanyak 16 pedagang, mendapatkan suntikan bantuan modal Rp500 ribu plus paket sembako.

Tak berhenti pada bantuan finansial, penataan kawasan hiburan dan visual juga menjadi fokus utama pemerintah daerah demi memancing keramaian pembeli di Pujasera tersebut.

“Insyaallah kita akan bantu tata supaya lebih aktif dan lebih bagus. Kami akan berikan tambahan musik untuk memeriahkan Agustusan, sekaligus untuk lebih mendongkrak pengunjung. Kalau semua rapi, bersih, nyaman insyaallah masyarakat semakin banyak yang datang berkunjung dan belanja kuliner. Kita tambah musik dan tambahan-tambahan lampu untuk menarik dan sebagai suport selfie,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM Batang, Wahyu Budi Santoso menambahkan, bahwa kawasan Pujasera kini ada tambahan 28 pedagang aktif dari 43 pedagang hasil relokasi area RSUD Batang.

Mengenai kekhawatiran biaya sewa kawasan, Wahyu menegaskan bahwa skema pembiayaan tidak akan memberatkan para pelaku usaha, karena tetap mengacu pada ketentuan resmi yang berlaku.

“Oh, sesuai aturan yang ada. Retribusinya sesuai aturan yang ada. Saya rasa di sana pun kan juga ditarik retribusi, jadi enggak keberatan. Hanya pindah tempat saja, karena ini kan solusi,” tegasnya.

Melalui jaminan kepastian tarif retribusi serta penataan estetika lokasi, penataan kawasan ini diharapkan menjadi win-win solution.

“Wajah Kota Batang kini hadir lebih tertib dan bersih, sementara para pedagang memegang kepastian hukum untuk mengais rezeki di tempat yang jauh lebih nyaman,” ujar dia. (HS-08)

 

 

Resmikan Reban Expo 2026, Bupati Batang Optimistis Target Pendapatan Rp300 Juta Tercapai

Jamin Ketersediaan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon