in

Boyolali Job Fair Inklusi 2026 Buka Ribuan Loker Bagi Masyarakat Umum Dan Penyandang Disabilitas

Bupati Boyolali Agus Irawan meninjau stan perusahaan saat pembukaan Boyolali Job Fair Inklusi 2026 di halaman Kantor Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Boyolali, Jumat (23/10/2026) (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Pemerintah Kabupaten Boyolali menggelar agenda rutin tahunan yakni Job Fair Inklusi.

Kegiatan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan tersebut, dilaksanakan di area Kantor Diskopnaker Kabupaten Boyolali, dan dibuka Bupati Boyolali Agus Irawan.

Kegiatan bursa kerja yang disediakan bagi masyarakat umum dan masyarakat berkebutuhan khusus atau disabilitas tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu (23-24/10) mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Kepala Diskopnaker Kabupaten Boyolali, Sawitri Danik Rahayuni, seperti dirilis boyolali.go.id, mengatakan kegiatan Job Fair melibatkan lebih dari 35 perusahaan, empat Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS), dan tiga kantor cabang Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), yang menyediakan ribuan lowongan pekerjaan (Loker)

Adapun juga meliputi pameran bursa kerja, walk in interview (wawancara), Pelayanan Pembuatan Kartu Pendaftaran Pencari Kerja (AK/I), talkshow, dan Pemberian Penghargaan kepada stakeholder ketenagakerjaan.

Saat membuka acara, Bupati Agus menuturkan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boyolali, pada Tahun 2025 Angkatan Kerja Kabupaten Boyolali tercatat sebanyak 671.249 orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2,97 persen dan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 19.924 orang.

Ia mengatakan, kegiatan Job Fair ini bisa mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan sekaligus bisa melakukan seleksi penerimaan di waktu dan tempat bersamaan. Acara Job Fair ini juga telah menjawab banyaknya pertanyaan kepada Pemkab Boyolali tentang lowongan pekerjaan.

Selain lowongan bagi masyarakat umum, Bupati Agus juga mengapresiasi karena pada hari ini juga disediakan loker bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, hal ini juga menjadi pemerataan hak yang sama bagi setiap warga masyarakat.

“Ini yang terus kita dorong, pemerataan dan juga tentunya kesempatan yang sama untuk bagaimana nanti teman-teman difabel juga mendapatkan pekerjaan ataupun penghidupan yang lebih baik lagi,” ujar Bupati Agus.

Salah satu penyandang disabilitas yang mencoba peruntungan pada Job Fair hari ini, Parmono mengungkapkan, ingin mencari pekerjaan sesuai dengan keterampilan mekanik yang dimilikinya.

Warga kampung Gatak Kulon Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo ini mengaku selama ini sulit mencari pekerjaan akibat keterbatasan yang Ia miliki. Namun kini Parmono bersyukur dengan adanya Job Fair Inklusi dan berharap pemerintah lebih memprioritaskan para penyandang disabilitas.

“Ya sangat baguslah mendukung bagi kita para disabilitas ini bisa mewujudkan cita-cita dan harapan kita, bahwa kita itu disabilitas juga mampu atau bisa disamakan dengan yang normal gitu,” ungkap Parmono.

Salah satu perusahaan yang turut terlibat membuka lowongan pada hari ini adalah PT Wanhe Garment Indonesia.

Volia Megarosi selaku Human Resource Development (HRD) mengatakan, perusahaannya membuka 6.000 loker dari berbagai posisi.

Karyawan yang telah dimiliki PT Wanhe Garment Indonesia sekarang baru 890 orang, dan ia mengaku kesulitan memenuhi jumlah tenaga kerja di perusahaannya karena faktor tenaga kerja usia muda (18-25 tahun) sekarang sering kali tidak mau bertahan untuk bekerja di perusahaan. Volia berharap agar para pencari kerja usia muda tidak pilih-pilih pekerjaan.

“Harapan kedepannya, temen-temen 18 sampai 25 tahun so plis (jadi tolong) jangan pilih-pilih kerjaan, karena cari kerja udah tau susah, jadi apapun yang ada didepan kamu dinikmatin dulu enak ga enaknya, kalau kamu udah menikmati enaknya seperti apa itu jenjang karir akan ngikutin,” pesannya pada para pencari kerja.

Pada acara itu juga dilaksanakan penyerahan penghargaan bagi Stakeholders di Kabupaten Boyolali yang selama ini telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam bidang ketenagakerjaan.

Diantaranya yaitu penghargaan Kepatuhan Perusahaan dalam Pelaporan Lowongan Pekerjaan dan Penempatan Tenaga Kerja serta Kolaborasi dalam Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Kabupaten Boyolali Tahun 2025 – 2026 diberikan kepada PT Tun Hong Garment Indonesia, PT Prima Sejati Sejahtera dan PT Eco Smart Garment Indonesia.

Selanjutnya penghargaan Kepatuhan Perusahaan dalam Penyediaan Kesempatan Kerja bagi Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di Kabupaten Boyolali Tahun 2025 – 2026 diberikan kepada PT Hoplun Boyolali Indonesia, PT Bengawan Solo Garment Indonesia, dan PT Eco Smart Garment Indonesia.

Kemudian penghargaan Kepatuhan Lembaga Pelatihan Kerja dalam Pemenuhan Perizinan Berusaha dan Pelaporan Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi Tahun 2025 – 2026 diberikan kepada LPK Seikou Gakkou, LPK Japan Mandiri Indonesia, dan LPK Ohayou Indonesia.

Ada pula penghargaan Kepatuhan Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam Pemenuhan Tanda Daftar dan Pelaporan Penempatan Alumni Dalam Negeri Tahun 2025 – 2026 yang diberikan kepada BKK SMK Negeri 1 Musuk, BKK SMK Negeri 1 Wonosegoro dan BKK Bhinneka Karya Simo.

Dan yang terakhir adalah penghargaan Perusahaan Pemberi Kerja Tenaga Kerja Asing Pembayar Retribusi Dana Kompensasi TKA Terbesar Tahun 2025 – 2026 yang diberikan kepada PT Nanwang Pack Indonesia, PT JS Corp Boyolali dan PT Tun Hong Garment Indonesia. (HS-08)

 

 

Gelar Sosialisasikan Wajib Belajar Prasekolah, Disdik Klaten Perkuat Akses Pendidikan

Perkuat Pengamanan, Polres Grobogan Sambangi Empat Perumahan Dini Hari