HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong penguatan budaya menabung sejak dini kepada para pelajar. Dengan menabung, tidak hanya mendorong kepemilikan rekening bagi pelajar, tetapi juga meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam kegiatan Sosialisasi “Satu Rekening Satu Pelajar”, yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Kendal, Rabu (14/10/2026).
Dikatakan, pelaksanaan program “Satu Rekening Satu Pelajar” perlu diimbangi dengan edukasi keuangan yang berkelanjutan agar para pelajar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.
“Jangan sampai program ini hanya berorientasi pada kepemilikan rekening, tetapi juga harus diiringi dengan edukasi keuangan yang berkelanjutan, sehingga para pelajar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Yanuar Fatoni menjelaskan, program “Satu Rekening Satu Pelajar”, merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan budaya menabung sekaligus meningkatkan literasi dan juga inklusi keuangan di kalangan peserta didik.
la menjelaskan, berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/500/1317/2026 Tahun 2026 tentang Program “Satu Rekening Satu Pelajar” Provinsi Jawa Tengah, inklusi keuangan menjadi salah satu dikator utama pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, dengan target mencapai 98 persen pada 2045.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, lanjut Yanuar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong gerakan budaya menabung sejak dini melalui kepemilikan rekening bagi seluruh pelajar.
“Kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa hidup disiplin, mampu merencanakan kebutuhan, serta mempersiapkan masa depan,” jelasnya.
Yanuar menambahkan, diperlukan sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hak sekolah, lembaga perbankan, dan Seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan program tersebut.
“Melalui program “Satu Rekening Satu Pelajar” ini, Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong penguatan literasi keuangan sejak dini agar para pelajar memiliki kebiasaan menabung dan pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan sebagai bekal mempersiapkan masa depan,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Bank Jateng Cabang Kendal, Joko Trihono menyampaikan, bahwa Bank Jateng memperkuat komitmennya dalam mendukung program “Satu Rekening, Satu Pelajar” yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah.
“Program ini digencarkan guna mendorong budaya menabung serta meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar sejak dini,” ujarnya.
Menurut Joko, program tersebut diperuntukkan bagi seluruh pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Meski terbuka untuk semua jenjang pendidikan, pihak perbankan memberikan fokus prioritas kepada pelajar di tingkat SLTA dan SMK.
“Esensi utama dari program ini bukan sekadar pembukaan rekening biasa, melainkan sebagai sarana edukasi literasi keuangan. Melalui fasilitas rekening bank, para siswa dilatih untuk belajar mengelola keuangan secara mandiri sejak dini,” ujar Joko.
Pihaknya berharap, melalaui sosialisasi ini dapat segera diimplementasikan secara masif menyeluruh di wilayah Kendal, khususnya melalui jaringan layanan Bank Jateng.
“Dengan langkah ini, generasi muda diharapkan dapat memiliki kesadaran finansial yang baik serta terbiasa memanfaatkan produk perbankan resmi secara bijak,” ungkap Joko.
Dalam kesempatan itu, Manager Pemasaran Bank Jateng Kendal, Devia, menjelaskan kepada para kepala sekolah, untuk membuka rekening Bank Jateng, yang cukup hanya dengan Rp 5.000 (sudah termasuk tabungan). Selain itu, tidak ada biaya potongan apapun.
“Untuk membuka rekening program ini hanya Rp 5.000, kemudian untuk setoran lanjutan minimal hanya Rp 1.000, dan rekening dicetak langsung atas nama siswa/pelajar yang bersangkutan,” jelasnya.
Devia menambahkan, para pelajar juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital perbankan melalui aplikasi Bima Mobile milik Bank Jateng.
Menurutnya, melalui platform digital tersebut, siswa dapat belajar melakukan berbagai transaksi keuangan secara nontunai, seperti transfer dana, pengisian ulang saldo (top-up), hingga pembayaran kewajiban finansial lainnya.
“Siswa diajari bagaimana mengelola Keuangan, dan sekaligus untuk belajar terkait digital perbankan. Di Bank Jateng ada Bima Mobile yang bisa digunakan untuk transfer, top-up dana, hingga pembayaran keuangan lainnya,” imbuh Devia.
Diakhir penyampaiannya, dirinya berharap, agar para kepala sekolah memberikan informasi kepada para Orang tua/wali untuk mendampingi siswa datang langsung ke kantor cabang Bank Jateng terdekat, dengan membawa dokumen persyaratan untuk pembuatan rekening secara kolektif. (HS-06)


