Jembatan sepanjang 40 meter dan lebar 1,2 meter tersebut nantinya akan memudahkan akses warga menuju pusat pemerintahan desa maupun pendidikan sehingga memangkas waktu lebih capat dari sebelumnya.
Dandim 0736/Batang Letkol Inf Didik Sudarmawan mengungkapkan, sebelumnya telah berdiri jembatan pada 2012, namun karena terdampak banjir bandang, beberapa tahun akses warga terkendala menuju pusat desa.
“Selama 14 tahun tidak memiliki jembatan, Alhamdulillah hari ini kami telah berhasil membangun kembali dengan nama Jembatan Perintis Garuda di Desa Tambahrejo. Dan bisa langsung dimanfaatkan oleh warga Desa Tambahrejo,” ungkapnya.
Selain Jembatan Perintis Garuda Tambahrejo, saat ini Kodim 0736 sedang berproses pembangunan jembatan di Desa Keteleng dan Bismo.
“Perbedaannya di Keteleng dan Bismo berbahan dasar beton sepanjang 8 meter dan 30 meter sedangkan di Tambahrejo gantung,” imbuh Letkol Inf Didik.
Dandim berharap setelah selesainya pembangunan jembatan masyarakat makin dekat menuju akses pertanian maupun pendidikan.
“Anak-anak sekarang makin dekat menempuh ke sekolah, warga juga semakin lancar lagi waktu mau pergi ke pasar. Kami bersyukur, jembatan ini membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Desa Tambahrejo,” jelas Letkol Inf Didik.
Sementara itu, Yuni dan Atun warga Dukuh Cinde Desa Tambahrejo juga mengaku bersyukur karena setelah penantian selama belasan tahun, akhirnya memiliki jembatan yang lebih kokoh dan aman.
Yuni mengaku, sebelum dibangunnya Jembatan Perintis Garuda, meski ada jembatan kayu, namun dari sisi keamanan sangat kurang layak.
“Apalagi kalau saat hujan lebat sama banjir itu aksesnya sulit dan waktunya satu jam, tapi sekarang aman dan lebih cepat cuma 15 menit ke Tambahrejo,” ungkap Atun. (HS-06)


