in

Pohon Tumbang Timpa Ruang Kelas SDN Sendangmulyo 3, Pemkot Semarang Pastikan Seluruh Siswa dan Guru Selamat

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat saat meninjau SDN 03 Sendangmulyo, Kota Semarang, Rabu (29/7/2026).

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang memastikan seluruh siswa dan guru SD Negeri Sendangmulyo 3 dalam kondisi selamat setelah sebuah pohon dari area Tempat Pemakaman Umum (TPU) di samping sekolah tumbang dan menimpa ruang kelas 1A pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Respons cepat pihak sekolah dan pemerintah membuat proses evakuasi berlangsung lancar sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan insiden terjadi saat kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung usai jam istirahat. Begitu pohon tumbang menimpa bangunan kelas, guru dan pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa ke lokasi yang aman sesuai prosedur penanganan darurat.

“Peristiwa terjadi ketika pohon dari area TPU di sebelah sekolah menimpa ruang kelas 1A. Pihak sekolah langsung mengevakuasi seluruh siswa dan guru ke tempat yang aman. Proses evakuasi berjalan tertib dengan mengutamakan keselamatan seluruh warga sekolah. Alhamdulillah semua guru dan siswa dalam kondisi selamat dan sehat, tidak ada korban jiwa maupun luka,” ujar Ahsan.

Sesaat setelah menerima laporan, Dinas Pendidikan Kota Semarang bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk mengevakuasi batang, dahan, dan ranting pohon yang menimpa bangunan sekolah.

Selain melakukan pembersihan lokasi, tim juga melakukan asesmen terhadap tingkat kerusakan bangunan sebagai dasar penanganan dan perbaikan lebih lanjut.

Meski salah satu ruang kelas mengalami kerusakan, Ahsan memastikan pelayanan pendidikan bagi para siswa tetap berjalan. Sekolah telah menyiapkan skema pembelajaran sementara dengan memanfaatkan ruang kelas lain yang dinilai aman.

“Saat ini kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung melalui penyesuaian. Ruang kelas digunakan secara bergantian dengan sistem shift bersama kelas 2. Kelas 1A belajar mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, kemudian ruang tersebut digunakan oleh siswa kelas 2,” jelasnya.

Menurut Ahsan, langkah tersebut dilakukan agar proses belajar mengajar tidak terganggu sembari menunggu proses perbaikan bangunan yang rusak.

Dinas Pendidikan Kota Semarang juga akan menindaklanjuti hasil asesmen dengan berkoordinasi bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah guna mempercepat penanganan ruang kelas yang mengalami kerusakan berat.

“Pemerintah berkomitmen mempercepat proses perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Yang terpenting, selama masa penanganan seluruh peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” tegas Ahsan.

Pemerintah Kota Semarang juga terus melakukan evaluasi terhadap kondisi lingkungan sekolah, termasuk keberadaan pohon-pohon besar di sekitar area pendidikan, sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.(HS)

Dua SD Roboh Jadi Perhatian, Gubernur Jateng Minta Seluruh Daerah Petakan Kondisi Bangunan Sekolah

Pemprov Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan “Ngopeni Nglakoni”, Bidik Perlindungan Jutaan Pekerja Desa