HALO KARANGANYAR – Ketua Komunitas Kebaya Indonesia (KKI) Karanganyar, Farida Rober Christanto, mendorong warganya untuk mengenakan kebaya, tidak hanya pada saat ada acara-acara seremonia, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut istri Bupati Karanganyar ini, kebaya merupakan simbol kebanggaan nasional, yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus.
Hal itu disampaikannya, dalam peringatan Hari Kebaya Nasional 2026, yang digelar pada ajang Car Free Day di Alun-alun Karanganyar, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan bertema “Kenakan Kebaya, Lestarikan Budaya, Bangga Berkarakter Bangsa” ini, diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Komunitas Kebaya Indonesia (KKI) Karanganyar, sebagai wujud komitmen Pemkab untuk melestarikan kebaya, sebagai warisan budaya bangsa.
Peringatan Hari Kebaya Nasional, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mencintai, mengenakan, dan melestarikan kebaya sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang sarat nilai sejarah, karakter, dan jati diri bangsa.
Mewakili Bupati Karanganyar, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Kurniadi Maulato, menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi simbol keanggunan, kesopanan, serta kekayaan budaya yang harus dijaga keberlanjutannya.
“Kebaya merupakan simbol identitas yang mencerminkan keanggunan perempuan Indonesia. Mari kita berkomitmen bersama mendukung pelestarian kebaya agar tetap hidup dan menjadi warisan budaya bangsa yang terus dibanggakan,” kata dia, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.
Menurutnya pelestarian budaya membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengapresiasi berbagai komunitas budaya, yang terus aktif mengenalkan kebaya kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
Sementara itu Peringatan Hari Kebaya Nasional tersebut, membuat suasana Car Free Day semakin semarak. Terlebih banyak perempuan dari berbagai kalangan, berpartisipasi dengan mengenakan kebaya.
Kebersamaan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan merawat warisan budaya bangsa.
Melalui peringatan Hari Kebaya Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan bahwa pelestarian kebaya bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya, membangun karakter generasi muda, serta mendorong berkembangnya ekonomi kreatif berbasis budaya.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan kebaya tetap lestari, relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus menjadi kebanggaan daerah dan bangsa Indonesia. (HS-08)


