in

Baznas Kota Tegal Perkuat Sinergi Sekolah Optimalkan Zakat untuk Pengentasan Kemiskinan

Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Baznas, bersama kepala SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA negeri maupun swasta se-Kota Tegal, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Rabu (22/7/2026). (Foto : tegalkota.go.id)

 

HALO TEGAL – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tegal meminta dukungan pada kepala sekolah sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ), agar target perolehan zakat, infak, dan sedekah tahun ini dapat tercapai.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua I Baznas Kota Tegal, Herlien Tedjo Oetami, dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Baznas, bersama kepala SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA negeri maupun swasta se-Kota Tegal, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat sinergi antara Baznas, Pemerintah Kota Tegal, dan dunia pendidikan dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) guna mendukung percepatan pengentasan kemiskinan.

Herlien Tedjo Oetami menjelaskan bahwa Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang diberi amanat mengelola zakat, infak, dan sedekah sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011.

Ia mengungkapkan, penghimpunan ZIS Baznas Kota Tegal pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp3,18 miliar atau 64 persen dari target Rp5 miliar. Sementara pada tahun 2026, target penghimpunan meningkat menjadi Rp7,523 miliar.

“Untuk mencapai target tersebut kami membutuhkan dukungan seluruh kepala sekolah dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Sekolah merupakan ujung tombak yang sangat strategis dalam membangun budaya berbagi dan meningkatkan penghimpunan zakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Herlien, seperti dirilis tegalkota.go.id.

Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, mengapresiasi peran Baznas yang selama ini telah membantu pemerintah dalam penanganan kemiskinan melalui berbagai program sosial.

Menurutnya, zakat harus dikelola secara profesional dan diarahkan pada program-program pemberdayaan sehingga mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat.

“Zakat jangan hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi harus menjadi instrumen pemberdayaan. Masyarakat yang menerima bantuan diharapkan dapat meningkat taraf hidupnya hingga mampu mandiri. Dengan pengelolaan yang tepat sasaran, zakat akan menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat Kota Tegal,” tegas Sekda.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Tegal,  Harun Abdi Manap, memaparkan bahwa Baznas periode 2026–2031 memiliki 13 program prioritas nasional, mulai dari penanganan kemiskinan, beasiswa pendidikan, pemberdayaan ekonomi, rumah layak huni, bantuan kesehatan, hingga tanggap bencana. Ia menekankan pentingnya validitas data siswa kurang mampu sebagai dasar penyaluran bantuan.

“Kami berharap sekolah aktif menyampaikan data siswa yatim dan keluarga kurang mampu secara akurat. Baznas tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga berupaya memberdayakan ekonomi orang tua agar keluarga penerima manfaat dapat keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan,” jelas Harun.

Melalui rapat koordinasi ini, Baznas Kota Tegal berharap kolaborasi dengan seluruh satuan pendidikan semakin kuat sehingga penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dapat terus meningkat.

Dengan demikian, manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Tegal dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga. (HS-08)

 

 

Program Vokasi BLK Kota Pekalongan Dorong Lahirnya Tenaga Kerja Kompeten dan Produktif

Gerakan Rabu Pon di Cilacap Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga