in

Pengolahan Sampah di Klaten Naik Level, dari Air Lindi Dijernihkan sampai Tenaga Listrik

Fasilitas pengolahan lindi di TPA Troketon di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten. (Foto: klaten.go.id)

 

HALO KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berencana meningkatkan penanganan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan.

Selain memprosesn cairan lindi agar ramah lingkungan, di TPA ini juga direncanakan dibangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), untuk mengubah sampah menjadi energi (waste to energy) listrik.

Kapokja Penanganan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten, Ratna Frida Wijayanti, mengatakan untuk saat ini, lindi atau limbah cair dari timbunan sampah di TPA Troketon, sudah diolah menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), agar ramah lingkungan.

Lindi yang ditampung dari landfill aktif, diendapkan terlebih dahulu dengan penambahan bakteri pengurai.

“Selanjutnya hasil pengendapan akan diproses pada tangki-tangki pemrosesan. Hasilnya akan dialirkan di kolam penampungan, sebelum dilepaskan ke lingkungan,” kata dia, baru-baru ini, seperti dirilis klatenkab.go.id.

Menurutnya air hasil olahan lindi tersebut jernih dan tidak lagi berbau. Hasil pengolahan lindi tersebut juga rutin dicek di laboratorium oleh Kemenkes RI untuk dipantau baku mutunya.

“Alhamdulillah hasil ujinya terus mengalami progres yang positif,” katanya.

Selain pengolahan lindi yang optimal, selanjutnya TPA Troketon masuk dalam rencana pemanfaatan limbah menjadi energi (waste to energy), yang diinisiasi oleh Kemendagri RI.

Kepala DLH Klaten, Sri Hadi mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari Program Tata Kelola Lingkungan dan Sosial sektor persampahan.

Saat ini, Pemkab Klaten juga menyiapkan lahan seluas 6,6 hektare sebagai persiapan proyek tersebut tersebut.

“Project dari Kemendagri ini membutuhkan lahan yang luas yakni 6,6 hektare. Empat hektare untuk bangunan pabrik, sisanya untuk abu atau fly ash-nya dan bottom ash-nya (FABA),” paparnya.

Sebelumnya, melalui akun Instagramnya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, mengemukakan bahwa setiap hari, TPA Troketon menerima sampah dari penjuru Kabupaten Klaten kurang lebih 120 Ton.

Maka dari itu, untuk mengurangi jumlah sampah, diperlukan mesin insenerator, untuk membakar sampah harian 120 ton dan mulai mengurangi sampah exsiting.

Adapun masalah kedua, perlu tambahan ipal, agar setiap terjadi hujan deras, air hujan yang jatuh ke sampah, lindinya tidak mengalir keluar TPA Troketon.

“Melihat luasan Landfill di Troketon tentu menyelesaikan masalah Persampahan ini tidak Mudah dan tidak Murah,” tulis Bupati.

Saat ini Pemda sedang dalam proses penjajakan untuk menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menyelesaikan permasalahan sampah.

Hal ini diawali dengan beberapa Perusahaan sudah melakukan Presentasi dengan Tim dari Dinas Lingkungan Hidup.

“Semoga segera ada tim dengan alat yang mumpuni sehingga ke depan sampah bisa segera diatasi,” kata dia.

Dia juga mendorong masyarakat berperan untuk memilah sampah, mulai dari rumah tangga. “Kebiasaan buang sampah sembarangan dan mencampur semua sampah dalam 1 tempat harus dihilangkan,” kata dia. (HS-08)

 

 

Perkuat Sinergi Lindungi Anak, Pemkab Jepara Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak

Belum Ada Krisis Air Bersih, BPBD Temanggung Tetap Siaga Kemarau