in

Peduli Kelestarian Ekosistem Laut, Kemenag Flores Timur Lepas Ratusan Tukik

Para pegawai Kemenag Kabupaten Flores Timur, melepas 250 tukik (anak penyu) di Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Desa Sulewaseng, Kecamatan Solor Selatan, baru-baru ini. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menjaga kelestarian ekosistem laut harus dilakukan setiap warga, termasuk ASN Kementerian Agama.

Hal ini juga yang dilakukan pegawai Kemenag Kabupaten Flores Timur. Mereka ikut berusaha menjaga lestari laut Indonesia dengan melepas 250 tukik (anak penyu) di Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Desa Sulewaseng, Kecamatan Solor Selatan, baru-baru ini.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKM MTs) Kabupaten Flores Timur tersebut ini, juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keberlangsungan habitat penyu, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra; Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Hafid Syarif; serta para Kepala Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Flores Timur.

Kegiatan ini dilaksanakan usai pengukuhan Pengurus KKM MTs Kabupaten Flores Timur Periode 2026–2030 yang berlangsung pada hari yang sama.

Di tengah hamparan pesisir Solor Selatan, ratusan tukik dilepas menuju habitat alaminya, sebagai simbol harapan akan terjaganya keseimbangan ekosistem laut dan keberlanjutan kehidupan berbagai biota yang bergantung pada kelestarian lingkungan pesisir.

Yosef Aloysius Babaputra menyampaikan apresiasi kepada pengelola Penangkaran Penyu Jalur Gasa yang selama ini konsisten menjaga lingkungan melalui upaya konservasi dan pelepasliaran penyu.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemilik penangkaran yang telah menyediakan 250 tukik untuk dilepasliarkan. Apa yang dilakukan di tempat ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui perawatan dan pelestarian anakan penyu,” kata dia, seperti dirilis kemenag.go.id.

Menurut Yosef, upaya pelestarian penyu tidak hanya berdampak pada keberlangsungan salah satu satwa laut yang dilindungi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.

Ia juga memberikan apresiasi kepada KKM MTs Kabupaten Flores Timur yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan para kepala madrasah dalam aksi konservasi lingkungan menunjukkan bahwa lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya berperan dalam penguatan intelektual dan spiritual, tetapi juga dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab ekologis di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para kepala madrasah terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut. Pelepasan tukik ini menjadi tanda kecintaan kita kepada lingkungan sekaligus upaya mendukung program Penguatan Ekoteologi yang menjadi prioritas Kementerian Agama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yosef menegaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan salah satu program prioritas Kementerian Agama RI dalam Asta Protas, yakni Penguatan Ekoteologi.

Program ini mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga alam dan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab moral dan spiritual setiap umat beragama.

Karena itu, menurutnya, upaya merawat lingkungan tidak boleh dipandang semata sebagai tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

“Semoga melalui kegiatan ini tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan hidup. Kita berharap tukik-tukik yang dilepaskan hari ini dapat tumbuh besar, berkembang biak, dan terus menjaga keberlanjutan ekosistem laut di masa mendatang,” harap Yosef.

Pada kesempatan yang sama, pengelola Penangkaran Penyu Jalur Gasa, Mus Melur, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran jajaran Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur bersama para kepala madrasah.

Menurutnya, perhatian dan dukungan yang diberikan menjadi penghargaan tersendiri bagi masyarakat yang selama ini berupaya menjaga dan melestarikan tukik melalui berbagai inovasi konservasi berbasis masyarakat.

“Kehadiran Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menjadi penghargaan bagi kami yang terus berupaya melestarikan tukik melalui inovasi konservasi yang kami lakukan. Dukungan ini menjadi penyemangat untuk terus menjaga kelestarian penyu dan lingkungan pesisir,” ungkap Mus Melur.

Kegiatan pelepasan tukik tersebut berlangsung penuh antusias dan menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Kementerian Agama, madrasah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menunjukkan bahwa kepedulian terhadap ekosistem laut dapat diwujudkan melalui langkah-langkah nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat demi menjaga keberlanjutan alam bagi generasi mendatang. (HS-08)

 

 

JKN BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun, Anggota DPR : Tidak Boleh Dianggap Persoalan Rutin

Respons Putusan MK terkait Tanah Adat, Komisi IV Jaring Aspirasi Revisi UU Kehutanan di Jatim