in

Gerindra Kendal Rangkul LMDH dan Petani Milenial, Sisca : Wujud Kompak-Bergerak-Berdampak

DPC Partai Gerindra Kendal, beberapa waktu lalu menggelar kegiatan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di wilayah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), sebagai implementasi dari tagline Kompak-Bergerak-Berdampak, di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kendal menggelar kegiatan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di wilayah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), sebagai implementasi dari tagline Kompak-Bergerak-Berdampak.

Kegiatan yang disebut sebagai Gerakan Tani Indonesia ini, bertujuan mewujudkan swasembada pangan desa. Kegiatan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal itu dihadiri para petani dan generasi milenial.

Hadir Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Kendal, M Syarif Hidayatullah dan Sisca Meritania, serta Ketua Petani Milenial Rayndra Syahdan Mahmudin, dengan dipandu Amin Jazuli selaku Bendahara DPC Partai Gerindra Kendal.

Sisca yang menjabat selaku Ketua Komisi C DPRD Kendal menegaskan, gerakan dan kebijakan Partai Gerindra untuk petani LMDH ini berfokus pada ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.

“Jadi Gerakan Tani Indonesia Partai Gerindra ini siap mengadvokasi permasalahan yang dialami petani. Misal akses pupuk bersubsidi dan permodalan, serta mendukung pengelolaan lahan yang produktif di kawasan hutan,” tandasnya.

Ketua Petani Milenial Rayndra Syahdan Mahmudin mengjelaskan, salah satu pergerakan utama yang dilakukan adalah mendekatkan diri dengan para petani dan pengebun yang berbatasan dengan hutan disekitar wilayah Jawa Tengah.

“Pendekatan paling efektif dilakukan melalui program penyuluhan, pendampingan dan penyediaan bantuan bibit produktif untuk petani dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan,” jelasnya.

Sementara Anggota DPRD, M Syarif Hidayatullah menekankan, petani milenial Petani milenial dari LMDH adalah generasi muda yang mengelola lahan di kawasan hutan melalui program Perhutanan Sosial.

“Para petani milenial harus bisa mengombinasikan kelestarian lingkungan dengan inovasi bisnis seperti tumpang sari, pemanfaatan teknologi, dan pertanian modern,” harapnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Kendal, Mifta Reza NP mengatakan, Gerakan Tani Indonesia sebagai binaan yang berfokus pada sektor pertanian dan ketahanan pangan, juga wujud dari Kompak, Bergerak dan Berdampak yang selama ini digaungkan Partai Gerindra.

“Seperti yang disampaikan Wakil Menteri Pertanian, Bapak Sudaryono, bahwa swasembada pangan tidak mungkin tercapai tanpa ketersediaan tiga komponen utama, yaitu pupuk, bibit, dan air. Selain itu memberdayakan kelompok tani dan masyarakat sekitar hutan, melalui berbagai program kolaboratif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Masta, sapaan akrabnya menegaskan, sesuai instruksi dari DPP, Fraksi Gerindra di berbagai daerah siap mengusulkan peningkatan kapasitas kelembagaan lokal, agar LMDH mandiri secara ekonomi dan mampu bekerja sama dengan Perhutani.

“Gerakan ini secara aktif mendorong program kedaulatan pangan, hilirisasi pertanian, regenerasi petani, serta kesejahteraan dan dukungan langsung bagi kelompok petani lokal LMDH di berbagai daerah,” tandas Anggota DPRD Jawa Tengah tersebut. (HS-06)

Lakukan Razia, Aparat Gabungan di Jepara Sita 900 Batang Rokok Ilegal Tanpa Pita Cukai

TPID Jateng Pertemukan 111 Produsen dan 99 Offtaker, Jaga Inflasi dan Ketersediaan Pangan