HALO SEMARANG – Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Setiakin) Pangkal Pinang, sudah beroperasi selama dua tahun.
Pada tahun pertama, kampus ini menjadi tempat belajar 26 mahasiswa. Angka ini melonjak menjadi 71 pada pendaftaran mahasiswa Setiakin 2026.
Kenaikan minat kuliah di kampus perguruan tinggi Agama Khonghucu binaan Kementerian Agama ini, tidak lepas dari kebijakan afirmatif berupa kuliah gratis.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, dalam audiensi yang berlangsung di Kelenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (9/6/2026), mengapresiasi perkembangan positif di Setiakin.
Menag berharap kampus ini bisa fokus dalam peningkatan mutu perkuliahan jenjang Strata 1 (S-1) terlebih dahulu.
Harapan ini disampaikan Menag saat merespons rencana Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) untuk melakukan pengembangan kelembagaan kampus, dengan mengajukan pembukaan program Strata Dua (S2). Menag minta Matakin fokus memperkokoh fondasi lulusan Strata Satu (S1) terlebih dahulu sebelum melangkah ke program pascasarjana.
Menurut Menag, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menerapkan aturan yang sangat ketat mengenai linieritas rumpun ilmu (Body of Knowledge) bagi para dosen demi menjaga mutu akademik.
“Menag mengingatkan, jika kelak Setiakin akan membuka Program S-2, tanpa memperhatikan akreditasi Program Studi S-1 dan Institusi, maka akan menjadi tantangan tersendiri untuk meraih Akreditasi minimum Program S-2 dari Ban-PT,” kata Menag, seperti dirilis kemenag.go.id.
Saat ini BAN-PT sangat memperhatikan konsistensi latar belakang pendidikan dosen dari jenjang S-1 hingga S-3 Khonghucu, agar kampus bisa meraih akreditasi maksimal.
Kita fokus dan sukseskan dulu di program S-1 sebagai piloting yang kuat,” sambungnya.
Selain menyoroti masalah mutu akademis, Menag juga menyampaikan dinamika penganggaran negara yang saat ini sedang difokuskan pada pemenuhan program-program prioritas nasional yang menyentuh masyarakat luas.
Kebijakan penataan anggaran ini menuntut seluruh kementerian, termasuk Kementerian Agama, untuk menerapkan prinsip efisiensi yang ketat di berbagai sektor operasional intern.
Menag mengajak jajaran tokoh dan umat Khonghucu untuk mengoptimalkan ruang kolaborasi melalui jalur swasta dan kemitraan mandiri.
Langkah gotong royong ini dinilai akan jauh lebih cepat untuk mengeksekusi kebutuhan mendesak kampus, seperti pembangunan asrama mahasiswa di kampus Setiakin Bangka Belitung.
Selain itu menag juga berharap tokoh agama dan umat khonghucu dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keagamaan Khonghucu, sehingga umat khonghucu dapat berkiprah di segala sektor. (HS-08)


