in

Hadirkan Kartini Inkubator Bisnis, Pemkab Wadahi Wirausaha Dukung UMKM Naik Kelas

Bupati Jepara, H Witiarso Utomo berfoto bersama sejumlah pejabat jajarannya dan peserta program Kartini Inkubator Bisnis, yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jepara, Selasa (5/5/2026) di Gedung Shima. (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Bupati Jepara, H Witiarso Utomo menekankan pentingnya pelaku usaha memiliki roadmap bisnis yang jelas, serta target peningkatan omzet dari waktu ke waktu.

Hal itu disampaikan Bupati Jepara, H Witiarso Utomo ketika meluncurkan program Kartini Inkubator Bisnis, yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara ,Selasa (5/5/2026) di Gedung Shima.

Program ini diharapkan dapat memperkuat sektor UMKM serta melahirkan wirausaha baru.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mendorong para peserta, untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha.

Ia juga meminta Diskopukmnakertrans melakukan evaluasi terhadap berbagai kelemahan program agar dapat diperbaiki dan berkelanjutan pada tahun berikutnya.

“Melalui program inkubator bisnis ini, diharapkan lahir tunas-tunas wirausaha yang mampu memperkuat ekosistem industri lokal Jepara sekaligus mendukung ekonomi keluarga,” kata Bupati, seperti dirilis jepara.go.id.

Iebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama.

Dia juga mengingatkan agar para peserta tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, masa inkubasi selama tujuh bulan merupakan investasi penting untuk masa depan usaha.

“Hadapi setiap tantangan dan serap ilmu sebanyak-banyaknya dari para mentor. Lakukan scale-up, karena target kita bukan sekadar bertahan, tetapi bagaimana usaha bisa naik kelas. Mari kita bangga dengan UMKM lokal, sinergi kuat, Jepara hebat,” kata dia.

Kepala Diskopukmnakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza, ketika memberikan sambutan di Gedung Shima, Selasa (5/5/2026), menjelaskan bahwa program pendampingan Kartini Inkubator Bisnis 2026, dilaksanakan selama tujuh bulan secara paralel.

Para pelaku usaha akan didampingi oleh enam mentor dan enam pendamping tenant.

Dari total 87 pendaftar, terpilih 30 pelaku usaha (tenant) yang lolos seleksi. Mereka kemudian dibagi ke dalam enam kelompok, masing-masing terdiri atas lima tenant.

Setiap kelompok mendapatkan pendampingan intensif dari satu mentor dan satu pendamping.

Selama program berlangsung, peserta akan memperoleh berbagai fasilitas dari pemerintah daerah, seperti workshop tematik, business matching untuk membuka akses pasar dan permodalan, benchmarking sebagai studi komparasi bisnis, hingga literasi sertifikasi halal serta akses ketenagakerjaan.

“Ini menunjukkan komitmen Pemkab Jepara dalam mengembangkan UMKM agar naik kelas, sehingga visi Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (Mulus) dapat terwujud,” ujar Zamroni. (HS-08)

 

 

Banyak Atlet Pelajar Demak Berprestasi dan Membanggakan Daerah

Peragaan Wastra Jepara Pikat Komunitas Pelestari Budaya Indonesia