HALO BANJARNEGARA – Pemkab Banjarnegara terus mempercepat akses keuangan masyarakat, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kabupaten Banjarnegara tahun 2026 di Aula Abdi Praja Lantai III Setda Banjarnegara, baru-baru ini.
Rapat dibuka oleh Pj Sekda Banjarnegara, Tursiman mewakili Bupati Banjarnegara. Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Riatmojo Ponco Nugroho, Kepala OJK Purwokerto, Dina Fitri Liandari, beserta jajaran pimpinan perbankan dan kepala OPD.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Banjarnegara, Fajar Anggun Sawitri, memaparkan catatan impresif kinerja TPKAD sepanjang tahun 2025. Salah satu yang paling menonjol adalah program Simpanan Pelajar (Simpel Kejar).
“Dari target 3.000 siswa, kita berhasil merealisasikan sebanyak 7.917 siswa atau mencapai 263,9 persen. Ini menunjukkan kesadaran menabung sejak dini di Banjarnegara sangat tinggi,” kata Anggun, seperti dirilis banjarnegarakab.go.id.
Selain itu, inklusi keuangan bagi UMKM tercapai Rp 2,16 triliun (180 persen dari target), sementara literasi keuangan menjangkau lebih dari 14.000 orang melalui 63 kali kegiatansosialisasi.
Banjarnegara pun bangga dengan raihan predikat Favorit dalam aspek peningkatan literasi keuangan melalui program Insan Perintis 2025.
Sementara Pj Sekda Banjarnegara, Tursiman, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target inklusi keuangan nasional sebesar 91 persen di tahun 2026.
Ia menyoroti fenomena “Pinjol” (pinjaman online) ilegal yang kian meresahkan, bahkan hingga menyasar kalangan ASN.
“Masyarakat harus diedukasi agar tidak terjerat pinjol ilegal yang bunganya menjerat. Perbankan daerah harus hadir dengan solusi nyata, seperti program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR),” tegas Tursiman.
Tursiman juga mendorong digitalisasi yang menyentuh sektor kreatif dan wisata. Ia menceritakan pengalamannya melihat pengamen di kota besar yang sudah menggunakan barcode (QRIS) untuk menerima apresiasi.
“Potensi kopi kita luar biasa, mulai dari kopi pegunungan hingga barista handal. Mereka butuh modal dan kemudahan transaksi digital. Kita ingin di pasar tradisional dan tempat wisata, transaksi digital lewat QRIS makin masif,” tambahnya.
Kepala OJK Purwokerto, Dina Fitri Liandari memberikan catatan penting dalam pleno tersebut. Menurutnya, meskipun akses keuangan (inklusi) sudah tinggi, pemahaman (literasi) masyarakat masih perlu ditingkatkan agar tidak terjadi penyalahgunaan produk keuangan.
“Banyak yang terjebak investasi bodong atau pinjol ilegal karena literasinya rendah. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip ‘Camilan’-hanya izinkan aplikasi mengakses camera, microphone, location. Jika minta akses kontak dan galeri, itu dipastikan ilegal,” jelas Dina.
Dina juga menyarankan agar program Simpanan Pelajar Satu Rekening Satu Pelajar (Simpel Kejar) ke depan tidak hanya melibatkan bank milik pemerintah daerah, tetapi juga merangkul seluruh industri perbankan di Banjarnegara demi cakupan yang lebih luas.
Dina menambahkan, Target Utama TPKAD Banjarnegara 2026 adalah Simpel Kejar sebanyak 4.000 siswa baru memiliki rekening tabungan, Inklusi UMKM berupa penyaluran modal sebesar Rp 1,5 triliun, Literasi Keuangan sebanyak 25 kali kegiatan dengan menyasar 4.500 orang.
Sedangkan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) mengoptimalkan 10 titik layanan di desa melalui BUMDes dan Koperasi.
Sementara Program KPMR di target minimal 10 debitur baru per tahap untuk memutus rantai rentenir. (HS-08).


