HALO SEMARANG – Tunggakan pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mencapai sebesar Rp 3 miliar. Direktur PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan mengatakan, tunggakan pelanggan saat ini mencapai sebesar Rp 3 miliar, dengan jumlah sambungan sekitar 14 ribu pelanggan.
“Sebagian besar yang menunggak pembayaran tagihan air PDAM adalah kategori rumah tangga. Yang terbanyak tagihan pelanggan yang nunggak di wilayah Semarang Utara dan sampai tujuh bulan,” ujar Ady, Senin (9/3/2026).
Ady menyebutkan, pihaknya berencana melakukan operasi ketupat untuk menyasar 17 persen dari total pelanggan, yakni sekitar 14 ribu pelanggan yang masih menunggak pembayaran. Waktunya dimulai sejak hari ini, Senin-Jumat (9-13 Maret 2026). Kegiatan diharapkan meningkatkan kedisiplinan dan ketertiban dalam pembayaran kewajiban pelanggan.
“Sehingga menjelang Lebaran ini, pelanggan bisa mudik dengan tenang, setelah melakukan pembayaran dengan tertib dan menjalankan ibadahnya dengan lancar,” katanya.
“Kami mengimbau bagi pelanggan yang masih menunggak untuk melunasi tagihan air yang sudah digunakan. Namun, jika sudah dikunjungi dan setelah ditunggu sampai sore tidak melunasi tagihan kami akan ambil tindakan tegas memutus aliran air rumah,” tegas Ady yang akrab disapa Mas Wawan.
Menurut Mas Wawan, kendalanya selama ini masih ada pelanggan yang menunda pembayaran air sampai tiga bulan atau pelanggan terlupa.
“Ketertiban pelanggan untuk membayar ini kami harapkan, karena demi untuk keberlanjutan operasional pelayanan air bersih di Kota Semarang. Tagihan total pelanggan yang harus dibayar tagihan rekening sama dengan denda keterlambatan setiap bulannya,” pungkasnya. (HS-06)