HALO REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang, sepanjang tahun 2025, menambah sarana prasarana serta alat dan mesin pertanian (alsintan), untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan modernisasi sektor pertanian di tingkat petani.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Agus Iwan Haswanto, Rabu (14/1/2025), seperti dirilis rembangkab.go.id.
Sepanjang 2025, pengadaan handsprayer mencapai 461 unit, meningkat dari 359 unit pada tahun 2024.
Pengadaan traktor roda dua juga meningkat menjadi 131 unit dari sebelumnya 101 unit.
Pengadaan alsintan lainnya meliputi 83 unit cultivator, 17 unit combine harvester, serta alsintan modern seperti rice transplanter, power thresher, traktor roda empat, dan traktor crawler yang mulai direalisasikan sepanjang 2025.
Dukungan pompa air juga tetap disediakan untuk memperkuat kebutuhan pengairan lahan.
“Alsintan dari APBD kabupaten juga sangat banyak, ditambah dari provinsi dan pusat,” tambah Agus Iwan.
Selain alsintan, pemerintah juga membangun embung dan sistem irigasi. Pembangunan embung terealisasi sebanyak 2 paket, serta pembangunan irigasi perpompaan mencapai 9 paket, melalui dukungan anggaran APBD dan APBN.
Pembangunan jaringan irigasi air tanah dangkal terealisasi 4 paket, sedangkan jaringan irigasi usaha tani meningkat menjadi 8 paket, naik dari 5 paket pada tahun sebelumnya.
Penguatan infrastruktur juga terlihat pada pembangunan jalan usaha tani yang melonjak signifikan dari 39 paket pada 2024 menjadi 85 paket pada 2025.
“Semua stakeholder sangat mendukung, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten,” ujar dia.
Dia menegaskan bahwa penguatan sarpras dan alsintan menjadi bagian penting dari upaya memodernisasi pertanian daerah.
Upaya ini diharapkan mampu menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, mempercepat proses budidaya dan panen, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat Rembang. (HS-08)