HALO KENDAL – RSUD dr H Soewondo Kendal mengikuti kegiatan Audit Penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang dilaksanakan Lembaga Pemeriksaan Halal Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Rabu (10/12/2025).
Audit merupakan proses evaluasi internal dan eksternal, bertujuan memastikan semua makanan, minuman, dan layanan terkait di rumah sakit memenuhi standar regulasi halal dan thayyib secara berkala untuk menjaga konsistensi kehalalan dan persiapan perpanjangan sertifikat halal.
Tim auditor halal dari UIN Walisongo hadir lengkap untuk menelusuri seluruh alur produksi, mulai pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga tahap penyajian makanan kepada pasien. Pemeriksaan juga mencakup evaluasi dokumen, kebijakan halal rumah sakit, serta praktik implementasi di lapangan.
Sekretaris LPH dqi UIN Walisongo Semarang, Pradipta Kurnia Santi menjelaskan, lembaganya memiliki cakupan pemeriksaan luas, mulai pelaku usaha mikro hingga lembaga besar seperti rumah sakit.
Dirinya berharap audit berjalan lancar dan mampu mendorong lahirnya audit internal yang berkelanjutan.
“Kami memastikan adanya jaminan kepastian hukum dalam penerapan produk halal. Harapannya RSUD Soewondo mampu menerapkan sistem yang baik, halal, dan thayyib,” ungkapnya.
Menurut Pradipta, audit ini penting untuk memastikan seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi pasien memiliki jaminan halal yang sah dan berkesinambungan.
“Audit memastikan kepatuhan syariah, serta menjaga keberlanjutan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) selama masa berlakunya sertifikat,” imbuhnya.
Pradipta menegaskan, pemeriksaan lembaga halal dibutuhkan, agar seluruh bahan dan proses pengolahan makanan aman dari kontaminasi serta sesuai prinsip halal dan thayyib.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Muhammad Wibowo, memaparkan profil rumah sakit dan kesiapan instalasi gizi dalam memenuhi standar halal.
Pihaknya menyebut rumah sakit telah menerapkan kebijakan halal yang dituangkan dalam Manual SJPH.
“Kami membentuk tim manajemen halal dan menjalankan seluruh prosedur sesuai ketentuan BPJPH dan LPH,” jelas dokter Bowo sapaan akrabnya.

Dalam presentasinya, dirinya menekankan, seluruh bahan baku yang dipakai adalah produk yang telah disetujui lembaga halal.
Peralatan produksi juga dijaga tetap higienis dan tidak digunakan untuk aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan kontaminasi. Selain itu, RSUD dr H Soewondo Kendal turut memperbarui daftar bahan halal secara berkala.
“Bila terdapat bahan baru yang akan digunakan, rumah sakit wajib mengajukan persetujuan terlebih dahulu kepada BPJPH atau LPH. Pemeriksaan label dan sumber produsen menjadi prosedur wajib setiap kali melakukan pembelian,” ungkap dr Bowo.
Selain itu, pengendalian fasilitas produksi diterapkan ketat, mulai dari menjaga kebersihan area dapur, melarang produk non-halal masuk ke area pengolahan, mengatur penyimpanan bahan agar terhindar dari najis, hingga memastikan kendaraan pengangkut makanan dalam kondisi bersih.
“Seluruh staf instalasi gizi juga diwajibkan mematuhi standar kebersihan pribadi,” pungkas dr Bowo.
Sedangkan Wakil Direktur Keuangan RSUD dr H Soewondo Kendal, Giri Kusuma, menambahkan audit halal merupakan kebutuhan mendesak mengingat mayoritas pasien beragama muslim.
Menurutnya, kepastian halal tidak hanya sebatas pemenuhan regulasi, namun juga bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Audit ini memastikan instalasi gizi kami berjalan sesuai standar halal. Kami mohon bimbingan agar produk makanan kami tersertifikasi halal. Proses produksi sudah ketat, higienis, dan menggunakan APD lengkap. Semoga dinilai baik,” ujar Giri.

Ia menjelaskan, pengawasan terhadap higienitas dapur, proses memasak, dan pengendalian gizi telah diterapkan secara konsisten.
“Seluruh prosedur itu menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk memenuhi persyaratan sertifikasi halal yang tengah diaudit,” jelasnya.
Sebagai penutup, manajemen RSUD dr H Soewondo Kendal menegaskan komitmennya mempertahankan Standar Jaminan Halal (SJH).
Audit ini diikuti seluruh pegawai instalasi makanan dan gizi sebagai bukti keseriusan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dengan proses audit yang berjalan tertib, RSUD dr. Soewondo berupaya memastikan seluruh makanan pasien sah tersertifikasi halal.(HS)