HALO BISNIS – Bank Jateng terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui pelatihan dan pendampingan yang relevan. Kali ini, Bank Jateng Kantor Cabang Kudus berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Koperasi UKM Kudus mengadakan pelatihan tata boga bagi para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Car Free Day (CFD) Kudus.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, diikuti oleh 96 pedagang yang berjualan di area CFD Kudus. Kegiatan terbagi menjadi tiga kelompok, dengan 32 pedagang yang mengikuti setiap sesi pelatihan harian.
Ketua Paguyuban PKL CFD Kudus, Yanuar Hilmi mengatakan, tujuan dari pelatihan adalah untuk memberikan wawasan baru dalam dunia kuliner, serta memperkenalkan
berbagai menu inovatif yang dapat menambah variasi produk jualan peserta.
“Para pedagang di car free day biasanya menjual makanan sederhana seperti cilok. Dengan pelatihan ini, mereka dapat memperkenalkan kuliner baru yang lebih variatif dan kekinian,” ujarnya.
Pelatihan dipandu oleh Chef Veronica Julia Ratnasari, yang mengajarkan peserta cara membuat berbagai hidangan kuliner populer dan diminati masyarakat.
Di hari pertama, peserta belajar membuat odeng dan ichigo daifuku. Hari kedua, peserta diajak mencoba membuat tiramisu sodok dan sate merah. Sedangkan hari terakhir, peserta mempraktikkan pembuatan yakitori dan cake comel.
Meskipun pelatihan berlangsung singkat, yaitu selama dua jam per sesi, diharapkan para pedagang dapat segera mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan daya jual produk mereka di lapak CFD. Bahkan, para peserta diharapkan dapat melakukan demo masak di alun-alun, untuk memperkenalkan hasil olahan mereka kepada masyarakat.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, yang turut hadir dalam pelatihan, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, pelatihan sangat selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas produk kuliner PKL dan menjaga keamanan pangan.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh harus diterapkan dengan baik, agar produk yang dihasilkan lebih berkualitas, sehat, dan layak konsumsi,” ujarnya.
Selain itu, Bellinda juga mendorong para pedagang untuk melengkapi legalitas usahanya, termasuk sertifikasi halal dan PIRT, sehingga produk yang dijual semakin terpercaya dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Risdianto, Pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus mengatakan, program pelatihan merupakan bagian dari upaya Bank Jateng untuk terus berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, terutama para pelaku UMKM.
“Bank Jateng sangat mendukung inisiatif ini, karena kami percaya bahwa UKM memiliki peran besar dalam perekonomian lokal. Melalui pelatihan ini, kami berharap para pedagang dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menawarkan produk mereka, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing mereka di pasar,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Risdianto, pihaknya juga terus berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha. Baik dalam aspek permodalan, pengembangan usaha, maupun akses informasi yang mereka butuhkan.
“Dengan pelatihan ini, Bank Jateng berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kudus, khususnya para pelaku UMKM, dan mendorong untuk terus berkembang di tengah tantangan ekonomi yang ada,” ungkapnya. (HS-06)


