in

Stasiun Kaliwungu Kembali Difungsikan, Rencana Operasional Kereta Kedungsepur Tarif Tiket Rp 10 Ribu Disiapkan

Stasiun Kaliwungu Kabupaten Kendal yang akan kembali difungsikan.

HALO KENDAL – Setelah sekian tahun ibarat mati suri, Stasiun Kereta Api Kaliwungu Kabupaten Kendal bakal diaktifkan kembali. Hal itu tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat Kendal yang selama ini merindukan aktivitas stasiun yang berada di Desa Krajankulon tersebut.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang beberapa waktu lalu, di mana salah satunya adalah membahas pengaktifan kembali Stasiun Kaliwungu.

Dirinya menjelaskan, dalam pertemuan tersebut membahas rencana pengaktifan Stasiun Kaliwungu yang ditargetkan pada 2027 mendatang.

Bupati juga berharap, rencana pengaktifan ini bisa benar-benar terealisasi. Terlebih melihat perkembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang semakin pesat saat ini.

“Pemkab Kendal berharap pengaktifan Stasiun Kaliwungu ini benar-benar segera terealisasi. Karena kemarin dari DAOP 4 menyampaikan, rencana sudah di atas 90 persen,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati juga menyebut, rencana operasional Kereta Kedungsepur (Kendal, Ungaran, Semarang, Purwodadi) dengan tarif tiket Rp 10 ribu juga disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pekerja kawasan industri.

“Kita sangat mendukung sekali, apalagi di Kaliwungu itu ada KIK. Pekerjanya juga dari berbagai wilayah. Dan harapannya nanti juga untuk peningkatan perekonomian yang ada di Kaliwungu,” tandasnya.

Dengan adanya rencana pengaktifan Stasiun Kaliwungu ini, lanjut Bupati, menjadi solusi persoalan kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut.

“Seperti kita ketahui bersama adanya KIK ini kan mobilitas jadi meningkat, sehingga menyebabkan lalu lintas darat itu menjadi macet. Dan harapannya apabila nanti stasiun Kaliwungu ini sudah benar-benar bisa diaktifkan kembali, kereta api ini jadi pilihan transportasi lain dan mengurangi kemacetan di jalur darat,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan, Mohammad Eko menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga membahas terkait penanganan perlintasan sebidang yang diharapkan dapat segera dibangun demi keselamatan bersama.

“InsyaAllah PT KAI akan membangun 2 sampai dengan 3 titik perlintasan sebidang atau palang pintu perlintasan kereta apo. Untuk lokasinya nanti akan disurvei bersama dengan pihak Dishub,” ungkapnya.

Eko juga mengusulkan kepada PT KAI DAOP 4 untuk mengoperasionalkan kereta dengan rute Weleri – Pekalongan guna antisipasi perkembangan KIK maupun KITB guna mendukung mobilitas pekerja di dua kawasan industri tersebut.(HS)

Hadiri Polantas Menyapa di Jepara, Kakorlantas Ajak Ojol dan Komunitas Difabel Kampanyekan Keselamatan Lalu Lintas

Konfercab Digelar, Niken Larasati Kembali Terpilih Sebagai Ketua Muslimat NU Kendal